2011, Peredaran Uang Palsu Anjlok
Rabu, 28 Desember 2011 | 14:16 WIB
Secara kuantitas, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2011 selama periode bulan Januari-Oktober 2011 sebanyak 9 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar
Bank Indonesia (BI) mencatat sampai dengan Oktober 2011 uang palsu yang beredar sebanyak 9 lembar untuk setiap satu juta lembar uang rupiah yang beredar.
Jumlah ini turun dari rata-rata jumlah uang palsu tahun lalu sebanyak 20 lembar per satu juta lembar uang rupiah.
"Secara kuantitas, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2011 selama periode bulan Januari-Oktober 2011 sebanyak 9 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar," kata juru bicara BI Difi Johansyah, dalam siaran persnya di Jakarta, hari ini.
Didi menjelaskan jumlah uang yang paling banyak dipalsukan adalah uang kertas pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.
Peredaran uang palsu paling banyak terjadi di Jawa Timur, Jabodetabek dan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung.
Walau menurun, BI memperingatkan masyarakat untuk hati-hati dalam bertransaksi selama periode Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, saat peredaran uang palsu disinyalir meningkat
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan uang. Untuk menghindari peredaran uang palsu, masyarakat diminta untuk selalu cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang Rupiah (Ingat 3D - Dilihat, Diraba, Diterawang)," tandas Difi.
Bank Indonesia (BI) mencatat sampai dengan Oktober 2011 uang palsu yang beredar sebanyak 9 lembar untuk setiap satu juta lembar uang rupiah yang beredar.
Jumlah ini turun dari rata-rata jumlah uang palsu tahun lalu sebanyak 20 lembar per satu juta lembar uang rupiah.
"Secara kuantitas, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2011 selama periode bulan Januari-Oktober 2011 sebanyak 9 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar," kata juru bicara BI Difi Johansyah, dalam siaran persnya di Jakarta, hari ini.
Didi menjelaskan jumlah uang yang paling banyak dipalsukan adalah uang kertas pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.
Peredaran uang palsu paling banyak terjadi di Jawa Timur, Jabodetabek dan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung.
Walau menurun, BI memperingatkan masyarakat untuk hati-hati dalam bertransaksi selama periode Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, saat peredaran uang palsu disinyalir meningkat
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan uang. Untuk menghindari peredaran uang palsu, masyarakat diminta untuk selalu cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang Rupiah (Ingat 3D - Dilihat, Diraba, Diterawang)," tandas Difi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




