Industri Kakao Olahan Serap Investasi Rp 6 Triliun
Senin, 2 Maret 2015 | 02:09 WIB
Jakarta -Nilai investasi di industri kakao olahan pada 2015 diperkirakan mencapai Rp 5-6 triliun, naik 31,3% dari tahun lalu yang sebesar Rp 4,5 triliun.
"Banyak investor asing yang berniat membangun industri pengolahan kakao di Indonesia, seperti PT Asia Cocoa Malaysia, Barry Callebaut Comextra Swiss, dan Jebe Koko Malaysia," kata Sesditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Enny Ratnaningtyas kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Enny menjelaskan, pertumbuhan industri kakao turut mendorong perkembangan industri hilir cokelat sehingga banyak perusahaan besar melakukan investasi. Selain itu, tingginya permintaan produk kakao olahan baik dari dalam maupun luar negeri, mendorong investor-investor besar berani menginvestasikan dananya di sektor ini.
Hal ini terlihat dari realisasi investasi di industri penggolahan kakao pada 2014 yang sebesar Rp 4,5 triliun. Investasi ini dilakukan oleh beberapa pemain besar di industri kakao olahan, seperti Nestle, Mayora, Indolakto, dan Unilever.
Adanya tambahan investasi tersebut, kata Enny, meningkatkan kapasitas produksi industri pengolahan kakao menjadi 425.000 ton pada 2014, naik signifikan dari 2011 yag masih 250.000 ton.
Enny menegaskan, pemerintah akan terus mendorong masuknya investasi baru di industri kakao olahan. Beberapa kebijakan yang sudah disiapkan untuk mendukung realisasi investasi tersebut di antaranya, pemberian tax allowance dan pembebasan bea masuk atas impor mesin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




