ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penerbitan Obligasi dan Sukuk di BEI Tembus Rp 117,8 Triliun hingga Akhir 2023

Senin, 11 Desember 2023 | 07:45 WIB
WP
WP
Penulis: Winda Destiana Putri | Editor: WDP
Ilustrasi obligasi.
Ilustrasi obligasi. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Industri penerbitan obligasi dan sukuk di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga akhir  2023, nilai penghimpunan dana dari surat utang mencapai angka yang mengesankan, yakni Rp 117,8 triliun.

Pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi 57 penerbit efek bersifat utang (EBUS) dengan menerbitkan sebanyak 107 emisi. Jumlah tersebut berpotensi meningkat, mengingat masih terdapat 11 penerbit yang tengah menunggu untuk dicatatkan dalam pipeline pencatatan.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, hingga 8 Desember 2023, tercatat 17 emisi dari 11 penerbit EBUS yang sedang dalam proses pipeline. Sebagian besar calon penerbit berasal dari sektor konsumer (6 perusahaan), diikuti oleh sektor bahan baku (3 perusahaan).

ADVERTISEMENT

"Sisanya, terdapat 1 perusahaan masing-masing dari sektor properti real-estate dan energi," kata dia kepada media akhir pekan kemarin.

BEI mencatat bahwa total emisi obligasi dan sukuk yang terdaftar di bursa mencapai 542 emisi, dengan nilai nominal outstanding mencapai Rp 462,74 triliun dan US$ 72,987 juta, yang diterbitkan oleh 128 emiten.

Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) juga mencatatkan keberadaannya di BEI dengan jumlah 191 seri, memiliki nilai nominal Rp 5.536,74 triliun dan US$ 486,11 juta. Sementara Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 10 emisi, dengan nilai mencapai Rp 3,38 triliun.

Penerbitan surat utang terakhir dilakukan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), yang berhasil menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2023 senilai Rp 1,51 triliun. PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AA+ (idn) (Double A Plus) untuk emisi ini, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bertindak sebagai Wali Amanat.

Pertumbuhan yang terus meningkat dalam penerbitan obligasi dan sukuk di BEI mencerminkan daya tarik pasar modal Indonesia, sementara keberlanjutan proses pencatatan calon penerbit menunjukkan keyakinan pelaku industri terhadap pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kelola Dana Secara Produktif, Bank bjb Tawarkan Obligasi Keberlanjutan dengan Kupon Kompetitif

Kelola Dana Secara Produktif, Bank bjb Tawarkan Obligasi Keberlanjutan dengan Kupon Kompetitif

EKONOMI
Lelang 9 SUN, Pemerintah Bidik Rp 49,5 Triliun

Lelang 9 SUN, Pemerintah Bidik Rp 49,5 Triliun

EKONOMI
Bank BJB Dorong Kemudahan Investasi Masyarakat melalui ORI029

Bank BJB Dorong Kemudahan Investasi Masyarakat melalui ORI029

EKONOMI
Trump Diam-diam Investasi di Netflix dan Warner Bros Discovery

Trump Diam-diam Investasi di Netflix dan Warner Bros Discovery

EKONOMI
Modal Asing Masih Keluar, Tren Penurunan Obligasi Masih Berlanjut 2026

Modal Asing Masih Keluar, Tren Penurunan Obligasi Masih Berlanjut 2026

EKONOMI
Prospek SBN dan Obligasi Korporasi Tetap Positif pada 2026

Prospek SBN dan Obligasi Korporasi Tetap Positif pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon