Moeldoko Akui Ada Masalah Distribusi dan Tata Kelola Beras di Ritel Modern
Jumat, 1 Maret 2024 | 09:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui ada permasalahan dalam distribusi dan tata kelola yang membuat harga beras di atas harga eceran tertinggi (HET) di ritel modern.
Meski begitu, dia memastikan harga beras di sejumlah pasar induk sudah mengalami tren penurunan dan stoknya mencukupi.
"Perlu tata kelola penanganan pangan dalam negeri secara menyeluruh, salah satunya dengan melakukan relaksasi. Utamanya, untuk mengisi dulu wilayah-wilayah yang stoknya terbatas di ritel modern," kata Moeldoko dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat (1/3/2024).
Moeldoko menegaskan persoalan beras di tanah air memerlukan penanganan secara cepat dan detil.
Dia pun meminta pihak terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Sekretariat Kabinet, Bulog dan Badan Pusat Statistik (BPS) dapat berkoordinasi menyelesaikan persoalan beras.
Moeldoko juga menyoroti antrean warga dalam operasi pasar atau program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) karena Bulog kehabisan stok beras 5 kg.
Hal ini, kata Moeldoko, disebabkan keterbatasan pengemasan beras SPHP dalam isian 5 kilogram. "Distribusi dan pengemasan ini harus diusahakan secara cepat, supaya tidak ada lagi antrean," ucapnya.
Mengenai permasalahan distribusi beras impor, Moeldoko menegaskan kepada Bulog untuk melakukan koordinasi dengan Pelindo dan Bea Cukai agar mempercepat proses pembongkaran stok beras impor di pelabuhan.
Panglima TNI periode 2013-2015 ini mengimbau masyarakat agar tidak khawatir atau panik. Dia menyebut harga beras telah mengalami tren penurunan saat ini dan ketersediaan pasokan beras kualitas medium maupun premium sudah normal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




