IHSG Diprediksi Melemah, 3 Saham Ini Tetap Bisa Jadi Pilihan
Selasa, 26 Maret 2024 | 08:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan bursa hari ini Selasa (26/3/224). IHSG akan bergerak mixed dan melemah terbatas dalam range 7.320-7.400.
Adapun sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, kinerja APBN hingga 15 Maret 2024 mengalami surplus Rp 22,8 triliun atau 0,1% dari PDB dengan keseimbangan primer yang juga surplus Rp 132,1 triliun.
Pendapatan negara tercatat Rp 493,2 triliun atau setara dengan 17,6% dari target. Sementara belanja negara sebesar Rp 470,3 triliun atau terkumpul 14,1% dari pagu APBN 2024.
"Posisi ekonomi Indonesia yang baik dari segi konsumsi dan industri manufaktur menopang stabilitas keuangan domestik," ucap Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dikutip dari risetnya, Selasa (26/3/2024).
Sementara dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis indeks konsumen Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan, seperti indeks pengeluaran konsumen (PCE index) dan Michigan Consumer Sentiment. Rilis tersebut memberikan gambaran akan kondisi ekonomi dan angka inflasi AS.
Berikut saham pilihan Ajaib Sekuritas:
MEDC
Buy: 1.405
TP: 1.450
Stop loss: <1360
MEDC dalam major tren bullish di atas MA (20,100). Berpotensi membentuk bullish flag dan lanjutkan penguatan. Indikator stochastic berada di area jenuh jual mengindikasikan rebound dalam jangka pendek.
Harga crude oil kembali mengalami kenaikan di level US$ 81,95 per barel atau naik +1,64% (25/3/2024). Kenaikan harga minyak menyusul penurunan nilai tukar dolar dan ekspektasi pelaku pasar bahwa OPEC+ akan membatasi pasokan menjadi salah satu topik pada pertemuan OPEC+ pekan depan 3 April 2024.
BRIS
Buy: 2.660
TP: 2.750
Stop loss: <2.550
BRIS dalam major tren bullish di atas MA (5,20,100). Berpotensi bullish continuation dalam fase akumulasi. Indikator stochastic crossing di area oversold indikasi rebound dalam jangka pendek.
Pertumbuhan pembiayaan syariah pada Februari 2024 tercatat 15,89% yoy. Pertumbuhan tersebut di atas target Bank Indonesia (BI), yaitu pertumbuhan kredit perbankan di tahun 2024 sebesar 10-12%. Penetrasi perbankan syariah nasional juga berpotensi tumbuh, dimana saat ini masih di bawah 10%.
MIDI
Buy: 434
TP: 448
Stop loss: <420
MIDI secara teknikal berpotensi breakout dari fase sideways, membentuk long white candle dan volume menguat. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.
Sektor primer menjadi sektor yang diuntungkan saat bulan puasa dan libur Lebaran. Pasalnya konsumsi masyarakat meningkat akibat dana THR kepada pekerja yang diwajibkan pemerintah. Sementara, MIDI menargetkan jumlah penambahan Alfamidi dan Lawson baru pada 2024 masing-masing sebanyak 200 dan 250 gerai. Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) di 2024 mencapai Rp 1,4 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




