Apindo Ungkap Kontribusi Mudik Lebaran terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II
Senin, 8 April 2024 | 19:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aloysius Budi Santoso mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan seberapa besar berkah momentum mudik Lebaran 2024 bagi lonjakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II. Terlebih, masa mudik Lebaran ini terjadi di awal April atau tepatnya di awal kuartal II (April-Juni).
“Namun kalau dilihat dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya kita bisa menahan laju inflasi dengan baik maka saya melihatnya di tahun ini juga momen mudik Lebaran tidak akan menimbulkan efek inflasi yang sangat tinggi,” tutur Aloysius Budi Santoso saat diwawancara secara daring, Senin (8/4/2024).
Artinya, lanjut Aloysius, harga-harga barang akan relatif terkontrol sehingga tidak akan terjadi kenaikan harga barang yang membuat inflasi melonjak. Meskipun tidak menutup kemungkinan akan ada kenaikan tetapi seharusnya tidak akan bertahan lama atau hanya bersifat musiman (seasonal).
“Kecuali memang harga angkutan/transportasi, kita tahu kemudian naik tetapi kalau harga-harga barang dan seterusnya relatif stabil atau ya naik sedikit saja tetapi volumenya yang kemudian bisa membesar hingga dua kali lipat sementara efek inflasinya sendiri masih terkendali, saya melihatnya begitu,” jelas dia.
Menurut Aloysius, harga barang yang cenderung stabil ini berkat stok di pasar yang melimpah, seperti makanan, pakaian, dan seterusnya. Oleh sebab itu, walaupun permintaannya naik saat Ramadan, bisa dikatakan harga masih akan tetap terjaga seperti yang terjadi pada tahun lalu.
“Kalau pun ada kenaikan demand nanti dengan supply yang cukup berlimpah maka harga akan mengikuti mekanisme pasar saja pasti harga tidak akan tiba-tiba kemudian pedagang dengan mudah naikin 30-40%, nanti mereka enggak laku karena ada pedagang yang lain dengan kualitas yang sama ataupun lebih baik lebih murah, karena ini kan hukum dagang,” pungkas Aloysius.
Apindo menilai masa mudik Lebaran akan menggenjot pertumbuhan ekonomi baik di daerah maupun secara nasional. Aloysius memandang bahwa dampak multiplier effect-nya akan sangat besar karena ada sekitar 190 juta orang yang bergerak dari satu titik ke titik yang lain, khususnya dari kota-kota besar ke kampung halaman atau daerah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




