Jalankan Transformasi Ekonomi Melalui Investasi Berorientasi Ekspor
Senin, 20 Mei 2024 | 15:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus berupaya menjalankan transformasi ekonomi dengan mendorong peningkatan investasi produktif yang menciptakan nilai tambah tinggi. Pemerintah pun konsisten mendorong peningkatan investasi berorientasi ekspor. Hal ini akan semakin memperkuat posisi keseimbangan eksternal, khususnya posisi neraca berjalan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan investasi hilirisasi untuk mendukung rantai pasok kendaraan listrik dan energi terbarukan, yang selama ini berjalan, telah memberikan hasil positif. Program tersebut perlu dilanjutkan termasuk pengembangan industri high tech seperti semikonduktor, yang menjadi tulang punggung dari teknologi modern di era industri 4.0.
"Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dukungan tenaga kerja yang berkualitas, infrastruktur konektivitas yang memadai, serta perbaikan birokrasi dan sistem regulasi untuk mendorong efisiensi dan daya saing investasi," ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2024).
Dia mengatakan ikhtiar percepatan reformasi struktural melalui strategi hilirisasi terutama sumber daya alam sudah membuahkan hasil yang nyata. Hal ini tercermin pada peningkatan kinerja ekspor dalam beberapa tahun terakhir.
Nilai ekspor 2022 mencapai US$ 292 miliar, meningkat dari US$ 176 miliar pada 2014, dan merupakan rekor tertinggi dalam sejarah. Pada 2022, surplus neraca perdagangan juga mencatatkan rekor tertinggi, US$ 54,5 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan pada 2014 yang defisit US$ 2,2 miliar.
Lonjakan tajam dari kinerja ekspor terutama disumbang dari produk hilirisasi, utamanya produk nikel dan minyak kelapa sawit. Pada 2023, posisi neraca perdagangan memang sedikit menurun akibat pelemahan ekonomi dan turunnya harga komoditas.
Namun, masih mencatatkan surplus cukup besar, US$ 36,9 miliar. Provinsi Sulawesi Tengah dan Maluku Utara bertumbuh secara signifikan ditopang hilirisasi nikel. Pada 2023, masing-masing tumbuh 6,4% dan 6,9%, jauh lebih tinggi di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 5,05%.
"Hilirisasi juga berhasil menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa," terang Sri Mulyani.
Lebih lanjut, untuk mendorong pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan perlu mengembangkan ekonomi hijau dengan transformasi yang diselaraskan dengan komitmen global.
Strategi transisi ekonomi hijau mencakup investasi dalam energi terbarukan, efisiensi energi, transportasi berkelanjutan, sumber daya manusia yang selaras dengan skill pendukung ekonomi hijau, serta pengelolaan sumber daya alam dan konservasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




