Panin Sekuritas Optimistis Rupiah Tak Akan Tembus Rp 17.000
Senin, 27 Mei 2024 | 11:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rupiah dibuka melemah ke level Rp 16.030 pada awal perdagangan pekan ini, Senin (27/5/2024). Angka tersebut menunjukkan pelemahan 35.5 basis poin atau 0.22% dibandingkan pada penutupan perdagangan pekan lalu. Rupiah disebut tak akan tembus hingga Rp 17.000 per dolar AS.
Menanggapi posisi rupiah tersebut, Head of Research Panin Sekuritas Nico Laurens melihat pergerakan rupiah masih akan terjaga di rentang Rp 15.900-Rp 16.200 per dolar AS.
Terjaganya posisi rupiah tersebut didukung oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin pada rapat dewan Gubernur April lalu.
"Kami melihat tidak ada potensi pelemahan rupiah sampai ke Rp 17.000 per dolar AS. Kenapa? BI sudah adjust BI rate sampai 25 basis poin. Transmisi kebijakan moneter biasanya butuh waktu. Tetapi at least adanya ruang kenaikan yield obligasi membuat Indonesia menarik di mata investor. Terbukti, di minggu sebelumnya obligasi kita outflow terus. Namun, kemarin ada inflow dari obligasi. Itu yang harapannya bisa menjaga nilai tukar rupiah," ucap Nico kepada Beritasatu.com di Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Senin (27/5/2024).
Selain kebijakan BI rate yang dapat mendorong stabilnya posisi rupiah, Nico menyebut secara musiman saat ini posisi rupiah sudah tidak terkena tekanan jual akibat musim pembagian dividen.
"Ketika investor asing dapat dividen rupiah, mereka cenderung akan jual lagi ke dolar AS. Rupiah pasti melemah di situ. Beban bunga juga sama. Kita mau bayar bunga, berarti kita harus beli dolar dahulu. Makanya, second quarter itu rupiah pasti melemah," ucapnya.
Ia mencontohkan saat melihat current account atau neraca berjalan dan posisi ekspor atau trade balance Indonesia bagus. Namun, melihat lihat pembayaran bunga dan dividen, itu negatif, sehingga current account akan negatif.
"Namun, itu biasanya seasonality di kuartal kedua. Harapannya, pada kuartal ketiga nanti, katalis-katalis tersebut sudah tidak ada. Hal ini dapat mendorong rupiah lebih stabil. Pemerintah juga sudah berusaha mendorong beberapa instrumen untuk menjaga rupiah. Karena kalau rupiah ini stabil, maka investor asing akan lebih tertarik untuk masuk ke pasar domestik," pungkas Nico.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




