ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

APBN Masa Transisi Diharapkan Memberikan Dampak Maksimal bagi Masyarakat

Senin, 26 Agustus 2024 | 17:24 WIB
AF
IC
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: CAH
Guru Besar FEB UI Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty menjadi narasumber dalam Diskusi Panel dengan tema “Bauran Kebijakan RAPBN 2025 yang adaptif di masa transisi” dalam acara peluncuran Jakarta Globe yang juga dibarengi dengan forum Economic Perspective 2025 di Jakarta, Senin 26 Agustus 2024.
Guru Besar FEB UI Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty menjadi narasumber dalam Diskusi Panel dengan tema “Bauran Kebijakan RAPBN 2025 yang adaptif di masa transisi” dalam acara peluncuran Jakarta Globe yang juga dibarengi dengan forum Economic Perspective 2025 di Jakarta, Senin 26 Agustus 2024. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty berharap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 dapat memberi dampak maksimal bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Telisa saat ditemui di acara Jakarta Globe Presents Economic Perspective 2025 dengan tema Ekonomi 2025 Titik Tumpu Indonesia Emas sekaligus relaunching Jakarta Globe, yang digelar di Hotel Mulia Jakarta, Senin (26/8/2024).

"Harapannya APBN bisa tetap memberikan maximum impact kepada masyarakat, makanya strateginya disampaikan APBN 2025 itu spending better, collect more dan tetap menjaga fiskal sustainability dari 2025. Ini keberlanjutan," ungkap Telisa.

ADVERTISEMENT

Telisa lalu menjelaskan, APBN 2025 ini menjadi APBN di masa transisi yang melibatkan kolaborasi antara pemerintahan lama Presiden Joko Widodo dengan pemerintahan baru presiden terpilih Prabowo Subianto dalam perumusannya.

"Jadi di dalam rancangan APBN itu 2025 itu sudah dielaborasi masukkan-masukan dari pemerintah baru agar program-program baru bisa secara bertahap dijalankan. Memang tidak 100% semua program pemerintah baru bisa masuk, tetapi itu sudah diakomodasi jadi dengan kerangka APBN yang ada pokok-pokok fiskal yang ada," terangnya.

Dia mengatakan, APBN di masa transisi ini harus disiapkan untuk adaptif dan fleksibel, menyesuaikan kondisi dan dinamika tahun 2025 dan program-program pemerintah baru.

"Nah APBN 2025 itu disiapkan untuk adaptif artinya menyesuaikan nanti kondisi dinamika 2025 yang lebih dinamis dan program-program pemerintah baru makanya disebut sebagai adaptif dan fleksibel," pungkasnya.

 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonom Dorong Belanja Negara Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

Ekonom Dorong Belanja Negara Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6 Persen pada 2026

Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
138 Perlintasan Liar Harus Ditutup untuk Keselamatan Masyarakat

138 Perlintasan Liar Harus Ditutup untuk Keselamatan Masyarakat

JAKARTA
Anggaran OJK Bisa Didukung APBN, Kemenkeu Jaga Independensi

Anggaran OJK Bisa Didukung APBN, Kemenkeu Jaga Independensi

EKONOMI
Ekonom Sebut PPN DTP Tiket Pesawat Redam Inflasi

Ekonom Sebut PPN DTP Tiket Pesawat Redam Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon