Situs Web Sudah Bisa Diakses, Indodax Akui Diretas Hacker Korut
Sabtu, 14 September 2024 | 19:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Platform penjualan kripto Indodax kini telah bisa diakses setelah down sejak Rabu (11/9/2024) akibat peretasan. Namun, diketahui member dan investor Indodax belum bisa melakukan trading. Perusahaan menyebut peretasan dilakukan oleh hacker asal Korea Utara (Korut) dan dana investor tetap aman di platform.
Sebelumnya, tim kemanan siber Indodax menemui adanya indikasi akses ilegal pada server Indodax, sehingga menyebabkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah.
"Berdasarkan analisa dari salah satu crypto security agency ternama dunia, maka serangan ini terafiliasi dengan hacker dari Democratic People's Republic of Korea (DPRK) atau Korut," ucap Oscar Darmawan CEO Indodax dalam keterangannya, Sabtu (14/0/2024).
Ia melanjutkan, hacker Korut sebelumnya telah banyak meretas banyak perusahaan crypto exchange global. Perusahaan exchange kripto dijadikan target lantaran aset tersebut memiliki likuiditas besar dan bertaraf global.
Tak hanya dengan security agency dari luar negeri, Indodax juga bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk menangani insiden ini.
Selain itu, Indodax juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami menyadari bahwa hal ini merupakan ancaman global yang serius, Maka, kami telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk menangani insiden ini dengan cepat dan efektif,” ujarnya.
Namun, bagi para member dan investor Indodax belum bisa melakukan trading, karena perusahaan masih harus menutup celah peretasan sebelum akhirnya nanti bisa dibuka kembali.
BACA JUGA
Indodax Kena Hack hingga Berpotensi Rugi Ratusan Miliar, Bappebti Beri Imbauan untuk Investor
Meskipun begitu, Indodax memastikan aset member tetap aman, karena perusahaan telah mengambil langkah keamanan yang ketat.
"Saldo aset kripto dan rupiah di akun Indodax 100% aman. Tidak ada dana member yang terpengaruh serangan ini. Selain itu, proses cek saldo dan aset telah tuntas dan semuanya dalam kondisi aman," pungkas Oscar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




