44 Menteri Prabowo Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia?
Senin, 16 September 2024 | 15:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah menteri dalam kabinet presiden terpilih dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka disebut akan bertambah menjadi sebanyak 44. Merespons hal itu, ekonom bicara dampak penambahan kementerian dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, penambahan jumlah kementerian ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi tergantung kepada sinergi antara kementerian pada kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Gibran.
"Jadi kalau kita berbicara apakah kemudian penambahan kementerian lembaga juga akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menurut saya sekali lagi ini akan kembali kepada sinergi kementerian dan lembaga, baik yang lama maupun yang baru," kata Yusuf, kepada Beritasatu.com, Senin (16/9/2024).
Menurut Yusuf, kolaborasi di masa transisi antara kabinet pemerintah saat ini dan pemerintah mendatang perlu menciptakan kebijakan atau program yang mendukung sektor-sektor yang mempunyai dampak besar ke perekonomian.
"Salah satunya industri manufaktur. Apakah kemudian akan ada terobosan, misalnya membentuk ekosistem industri yang baik, kemudian bagaimana mendorong pendanaan untuk industri manufaktur misalnya," ungkap Yusuf.
Dia menilai, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, baik oleh kementerian atau lembaga baru maupun kementerian atau lembaga yang lama.
"Jadi sinergi antara kementerian lembaga yang lama dan baru juga akan ikut menentukan bagaimana proses pertumbuhan ekonomi terutama pertumbuhan ekonomi di atas 5% itu bisa dicapai atau tidak dalam beberapa tahun ke depan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




