Deflasi 5 Bulan Beruntun dan Kontraksi PMI Manufaktur Jadi PR Pemerintah
Kamis, 3 Oktober 2024 | 06:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Analis kebijakan ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani membeberkan, deflasi selama lima bulan beruntun yang dialami Indonesia dan kontraksi purchasing manager index (PMI) Manufaktur tiga bulan ke belakang, merupakan pekerjaan rumah (PR) yang mendalam bagi perekonomian domestik.
“Saya pikir ini menjadi tantangan pemerintah untuk ke depannya,” tutur Ajib Hamdani dalam Investor Market Today IDTV, Rabu (2/10/2024).
Menurut Ajib, deflasi yang terus terjadi tersebut bukan dipengaruhi oleh penurunan harga barang, seperti yang disebutkan oleh pemerintah dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS).
Pasalnya, pada dasarnya hal itu mencerminkan tingkat daya beli masyarakat yang sedang menurun. Terlebih jika memang harga-harga melandai, maka tentu hal tersebut disebabkan oleh permintaan yang berkurang.
“Nah, bahkan dari sisi supply-nya pun, indikator kita menunjukkan mengalami tekanan juga, yaitu dari PMI yang lima bulan berturut-turut sejak April mengalami tren yang terus menurun dan kontraksi PMI-nya di bawah 50,” jelas dia.
Sebelumnya, BPS mencatat inflasi tahunan sebesar 1,84% pada September 2024. Inflasi tahunan ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama 2023.
Sedangkan secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,12 %. Sementara itu, inflasi tahun kalender sebesar 0,74% pada September 2024.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




