ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Asita Khawatir Langkah Pemerintah Pangkas Anggaran Turunkan Daya Beli Sektor Pariwisata

Minggu, 9 Februari 2025 | 06:55 WIB
HS
SM
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: SMR
Sekjen DPP Asita Budijanto Ardiansyah.
Sekjen DPP Asita Budijanto Ardiansyah. (Beritasatu/Chesa Saputra)

Jakarta, Beritasatu.com â€“ Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menilai pemangkasan anggaran Rp 306,69 triliun dari APBN dan APBD 2025 bisa berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat khususnya di sektor biro perjalanan wisata, transportasi, dan UMKM pariwisata.

Sekretaris Jenderal DPP Asita Budijanto Ardiansyah mengatakan  pariwisata Indonesia saat ini belum sepenuhnya pulih, sehingga pemangkasan anggaran khususnya untuk perjalanan dinas dikhawatirkan bisa menambah beban sektor tersebut.

"Kita tahu bahwa tahun kemarin beberapa bulan sempat mengalami deflasi, sehingga daya beli masyarakat menjadi turun. Jadi kalau kemudian swasta ini lemah dan pemerintah juga memangkas anggarannya dalam arti pemerintah tidak belanja, saya khawatir tingkat perekonomian kita juga akan mengalami stagnasi," katanya kepada Beritasatu.com, Sabtu (8/2/2025).

Baca Juga: Pemangkasan Anggaran Ancam Sektor MICE, Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Menurutnya pemangkasan anggaran tersebut tentu saja akan mengurangi belanja perjalanan dinas pemerintah, sehingga semua sektor pariwisata akan terdampak.

"Jadi dengan adanya pemangkasan anggaran ini, Asita berharap tentu saja kalau ada relokasi memang untuk hal-hal yang sangat penting yang kita bisa maklumi bahwa hal itu diadakan untuk menyubsidi hal-hal yang lebih," terang Budi.

Baca Juga: Dampak Pemangkasan Anggaran 2025, Apakah Produktif atau Kontraproduktif?

Diaa meyakini pariwisata akan memberikan dampak perekonomian yang bagus apabila devisa yang dihasilkan bisa lebih besar, otomatis pendapatan negara akan bangkit.

"Sektor pariwisata sudah cukup jelas memberikan secara dominan dan dampak pemasukan yang sangat besar. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung, yang untung itu bukan hanya sektor wisata saja," ungkap Budi.

Menurutnya masyarakat pelaku UMKM dan vendor pariwisata juga semakin terangkat.

ADVERTISEMENT

Asita meminta pemerintah memerhatikan dampak pemangkasan anggaran atau efisiensi terhadap keberlangsungan sektor pariwisata Tanah Air. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dana Dipangkas Rp 400 M, Pembangunan Infrastruktur di Cianjur Melambat

Dana Dipangkas Rp 400 M, Pembangunan Infrastruktur di Cianjur Melambat

JAWA BARAT
Dana Desa Tak Kena Potong, Mendes Yandri: Kita Bagus

Dana Desa Tak Kena Potong, Mendes Yandri: Kita Bagus

EKONOMI
Kementerian Curhat ke DPR Usai Anggaran Rp 306 T Dipangkas

Kementerian Curhat ke DPR Usai Anggaran Rp 306 T Dipangkas

EKONOMI
Anggaran Dipangkas Rp 8,9 T, Wamenkeu Yakin Tak Ganggu Penerimaan

Anggaran Dipangkas Rp 8,9 T, Wamenkeu Yakin Tak Ganggu Penerimaan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon