ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasar Tenaga Kerja AS Kuat, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga

Rabu, 12 Maret 2025 | 15:53 WIB
V
AD
Penulis: Vinnilya | Editor: AD
Ilustrasi The Fed
Ilustrasi The Fed (AP Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom KISI Asset Management Arfian Prasetya Aji memprediksi bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga acuan Fed’s Fund Rate (FFR) pada pertemuan FOMC Senin (19/3/2025) mendatang.

Prediksi ini didasarkan pada masih kuatnya pasar tenaga kerja AS, sebagaimana tercermin dari laporan non-farm payroll yang mencatat tambahan 151.000 pekerjaan pada Februari 2025.

"Angka ini meningkat dari 143.000 pada bulan sebelumnya. Non-farm payroll mencerminkan sekitar 80% tenaga kerja yang berkontribusi terhadap PDB AS," ujar Arfian Prasetya Aji dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Rabu (12/3/2025).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dalam hal inflasi, Arfian menambahkan bahwa inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditure (PCE) AS justru menunjukkan tren menurun.

Baik inflasi umum maupun inflasi inti (core) masing-masing berada di level 2,5% dan 2,6%. Dengan demikian, kecil kemungkinan The Fed akan memangkas FFR dalam waktu dekat.

"Namun, dalam beberapa bulan ke depan, peluang pemangkasan suku bunga The Fed tetap terbuka, tergantung pada perkembangan data ekonomi yang masuk," jelasnya.

Di sisi lain, dalam pidatonya di University of Chicago minggu lalu, Ketua The Fed Jerome Powell mengakui bahwa ketidakpastian ekonomi semakin meningkat.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa ekonomi AS masih berada dalam posisi yang relatif baik, dengan pasar tenaga kerja yang tetap kuat dan inflasi yang semakin mendekati target.

Powell juga menekankan bahwa mandat utama The Fed tetap berfokus pada optimalisasi tenaga kerja dan stabilitas harga.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi semakin meningkat.

Suku bunga The Fed membuat pasar saham AS mengalami aksi jual tajam pada Selasa (10/3/2025), dengan Nasdaq Composite turun 4%, yang merupakan penurunan harian terbesar sejak September 2022. S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,7% dan 2,1%.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Perintahkan Bunga Kredit Prasejahtera di Bawah 9 Persen

Prabowo Perintahkan Bunga Kredit Prasejahtera di Bawah 9 Persen

EKONOMI
Harga Perak Dunia Melemah Ikuti Emas

Harga Perak Dunia Melemah Ikuti Emas

EKONOMI
Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen

Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen

EKONOMI
The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

EKONOMI
Harga Perak Dunia Ikut Naik 3,15 Persen Ditopang Sentimen Selat Hormuz

Harga Perak Dunia Ikut Naik 3,15 Persen Ditopang Sentimen Selat Hormuz

EKONOMI
Harga Emas Dunia Menguat setelah Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka

Harga Emas Dunia Menguat setelah Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon