Ormas Preman Gerogoti Industri, Investor Lari dan Badai PHK Terjadi
Senin, 17 Maret 2025 | 14:40 WIB
Diakui, banyak pemodal asing kabur atau memilih menanam modal di negara tetangga, seperti Vietnam hingga Malaysia. Salah satu faktornya karena rumitnya proses perizinan di Indonesia dan tingginya biaya karena ada pengutipan uang di sana-sini.
Badai PHK
Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda sejumlah perusahaan terutama industri padat karya di Tanah Air saat ini. Ada banyak sebab terjadinya PHK, salah satunya karena banyaknya produk dari luar negeri masuk ke Indonesia melalui impor legal maupun illegal sehingga menyulitkan industri dalam negeri bersaing.
Masalah lain adalah perusahaan kesulitan memenuhi banyaknya pengeluaran biaya, salah satunya untuk ormas preman yang sering meminta jatah dari dunia usaha.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan sebanyak 60.000 pekerja kena PHK selama Januari sampai Februari 2025, termasuk buruh Srtitex Group.
“Ini adalah badai PHK pada sektor tekstil, garmen, sepatu, elektronik, dan sektor padat karya lainnya,” kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta tengah pekan lalu.
Menurutnya para karyawan itu kena PHK dari 50 perusahaan, dan 15 di antara perusahaan itu dinyatakan pailit.
Sementara itu Karo Penmas Humas Polri Brijen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polri siap menindak tegas preman berkedok ormas yang mengganggu dunia usaha dan menghambat investasi.
"Polri tidak akan menoleransi segala bentuk premanisme yang mengancam investasi dan stabilitas ekonomi nasional," ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulis terkait maraknya ormas preman meganggu dunia usaha.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




