ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Tunda Kebijakan Tarif, IHSG Siap Rebound

Kamis, 10 April 2025 | 08:53 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
IHSG siap rebound seusai Presiden AS Donald Trump menunda tarif resiprokal ke berbagai negara mitra dagang, kecuali China, Kamis (10/4/2025).
IHSG siap rebound seusai Presiden AS Donald Trump menunda tarif resiprokal ke berbagai negara mitra dagang, kecuali China, Kamis (10/4/2025). (Unsplash/Yorgos Ntrahas)

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siap rebound setelah Presiden AS Donald Trump menunda kebijakan tarif resiprokal ke berbagai negara selama 90 hari, kecuali China.

Menurut Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus, IHSG akan berbalik menguat mengikuti bursa saham global, khususnya Wall Street.

"Tindakan Trump pada akhirnya telah mendorong para pemimpin bisnis dan investor untuk mengubah arahnya," kata Nico, dikutip dari Antara, Kamis (10/4/2025).

ADVERTISEMENT

Kemudian, Nico mengatakan bahwa strategi pemerintah dalam membentuk satuan tugas (satgas) untuk menghadapi persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam merespons ancaman tarif Trump sudah tepat. Pasalnya, hal ini dapat berdampak ke berbagai sektor di dalam negeri.

Diketahui, pemerintah kini tengah melakukan pemetaan terhadap daerah yang terdampak dan mencari solusi terkait penyediaan lapangan kerja.

Presiden Prabowo Subianto telah membangun strategi untuk menciptakan hingga 8 juta pekerjaan baru melalui investasi di sektor pertanian.

Karenanya, orang nomor satu di Indonesia itu memerintahkan Kementerian Pertanian untuk menyusun rencana strategis terkait hal ini.

Di sisi lain, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga mengusulkan untuk melibatkan perwakilan buruh, pengusaha, kementerian ketenagakerjaan dan DPR dalam pembentukan satgas PHK.

Hal ini dilakukan untuk menghadapi potensi PHK lanjutan yang kini banyak terjadi di tanah air.

Nico mengatakan, langkah ini harus dieksekusi secara efisien dan tidak membebani anggaran negara.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan penundaan tarif resiprokal selama 90 hari kepada berbagai mitra dagang, kecuali China yang dibebankan dengan tarif 125% pada Rabu (9/4/2025).

Trump memutuskan untuk memberikan tarif resiprokal 10% kepada negara-negara yang sebelumnya diwacanakan akan dikenakan tarif lebih tinggi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

EKONOMI
Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

EKONOMI
Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI
Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon