Raksasa Migas Tambah Produksi, Bahlil Optimistis Genjot Lifting Migas
Rabu, 21 Mei 2025 | 19:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimisme kementeriannya dapat memenuhi target Presiden Prabowo Subianto terkait lifting minyak dan gas (migas) nasional 1 juta barel per hari pada 2029-2030.
Keyakinan tersebut, merujuk pada sejumlah raksasa migas dunia, termasuk ExxonMobil dan ENI, siap meningkatkan volume produksinya di Indonesia.
"ExxonMobil sekarang 155.000-160.000 barel per hari. Juli-Agustus nanti akan naik 30.000 barel. Jadi bisa 185.000-190.000," ujar Bahlil dalam Konvensi IPA 2025 di BSD, Rabu (21/5/2025).
ENI dan KKKS Lain Siap Tambah Produksi
Selain ExxonMobil, perusahaan migas asal Italia ENI juga diperkirakan akan memberikan kontribusi besar terhadap produksi migas Indonesia. “Tahun 2027-2028, ENI akan berkontribusi sekitar 90.000 barel per hari, belum termasuk 20.000 barel yang baru diresmikan,” jelasnya.
Bahlil juga menyebut kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lain tengah menyiapkan peningkatan produksi, meski belum dirinci secara spesifik terkait lifting migas.
Produksi Saat Ini dan Target Pemerintah
Saat ini, lifting minyak Indonesia mencapai sekitar 600.000 barel per hari, dengan 60% dihasilkan oleh Pertamina. Sementara itu, sisanya dari berbagai KKKS.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan lifting nasional mencapai 900.000 hingga 1 juta barel per hari pada 2029-2030, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Insyaallah perintah Bapak Presiden akan kami jalankan bersama KKKS dan SKK Migas,” kata Bahlil menegaskan komitmennya.
Tender Wilayah Kerja Baru
Sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi, pemerintah menyiapkan tender untuk 60 wilayah kerja migas baru dalam 2-3 tahun ke depan. Langkah ini diharapkan menarik investor dan mempercepat pengembangan cadangan migas yang belum tergarap.
Dengan dukungan raksasa migas global dan penguatan kerja sama dengan KKKS, pemerintah optimistis target lifting migas nasional dapat tercapai. Ini juga menjadi upaya strategis untuk menekan impor energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




