ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahlil Sebut Hilirisasi Jadi Tangga Menuju Negara Maju

Kamis, 12 Februari 2026 | 23:45 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Kilang minyak mentah
Kilang minyak mentah (Sharesinv.com/Sharesinv.com)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi sangat penting agar peningkatan nilai tambah sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kemakmuran bangsa.

Menurut Bahlil, program hilirisasi yang dijalankan pemerintah merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju pada 2045.

“Hilirisasi ini adalah anak tangga untuk sebuah negara berkembang menjadi negara maju. Kalau ini tidak kita lakukan, kita akan menjadi yang namanya negara kutukan sumber daya alam,” ujarnya dilansir dari Antara, Kamis (12/2/2026).

Ia menyampaikan potensi hilirisasi Indonesia sangat besar. Program tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% sekaligus mempercepat transformasi struktur perekonomian nasional.

ADVERTISEMENT

Industrialisasi dan hilirisasi, menurutnya, menjadi syarat mutlak bagi negara berkembang untuk beralih menjadi negara maju.

“Dalam teori ekonomi tidak ada sebuah negara pun yang memiliki sumber daya alam yang banyak dari negara berkembang menjadi negara maju tanpa ada industrialisasi dan hilirisasi. Enggak ada itu,” tegasnya.

Dalam konteks peningkatan nilai ekspor komoditas, hilirisasi disebut mampu mendongkrak nilai ekspor secara signifikan. Pada 2017, ekspor produk turunan nikel tercatat US$ 3,3 miliar. Setelah kebijakan larangan ekspor nikel diterapkan pada 2020, nilai ekspor nikel meningkat menjadi US$ 33,9 miliar.

Ia juga mencontohkan sejumlah negara yang berhasil maju karena fokus pada industrialisasi dan hilirisasi, seperti Inggris dan Amerika Serikat, serta kebijakan proteksionis dan kandungan lokal yang diterapkan China, Finlandia, dan negara lain untuk membangun industri domestik.

“Pada abad ke-16 ketika Inggris menguasai industri bahan baku tekstil, apakah dia melakukan ekspor bahan baku? Enggak ada. Amerika pada abad ke-19 menerapkan pajak impor 45%, tujuannya membangun industri dalam negeri,” katanya.

“China pada 1980-an boleh investasi masuk, boleh industri masuk, tetapi TKDN 88%. Finlandia 60% sampai 70% foreign direct investment (FDI)-nya harus saham dalam negeri, kemudian mereka menjadi negara hebat,” tambah dia.

Ia menegaskan pelaksanaan hilirisasi harus berkeadilan dengan menempatkan kolaborasi investor, masyarakat, dan pemerintah dalam posisi saling menguntungkan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, adil, dan merata.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pertamina EP Catatkan Produksi Migas 205.000 Barel pada 2025

Pertamina EP Catatkan Produksi Migas 205.000 Barel pada 2025

EKONOMI
Pertamina EP Limau Field Berhasil Tambah Produksi Migas 12 Persen

Pertamina EP Limau Field Berhasil Tambah Produksi Migas 12 Persen

EKONOMI
Pertamina Temukan Potensi 11 Miliar Barel Migas Nonkonvensional

Pertamina Temukan Potensi 11 Miliar Barel Migas Nonkonvensional

EKONOMI
IPA Convex 2026 Perkuat Investasi Migas dan Ketahanan Energi

IPA Convex 2026 Perkuat Investasi Migas dan Ketahanan Energi

EKONOMI
Teknologi Lanjutan Jadi Harapan Tingkatkan Lifting Migas

Teknologi Lanjutan Jadi Harapan Tingkatkan Lifting Migas

EKONOMI
Lifting Minyak Capai Target, Bahlil: Ini Fakta

Lifting Minyak Capai Target, Bahlil: Ini Fakta

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon