ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

APBN Surplus Rp 4,3 T pada April 2025 setelah Defisit 3 Bulan

Jumat, 23 Mei 2025 | 17:36 WIB
CS
AD
Penulis: Chesa Andini Saputra | Editor: AD
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah), didampingi sejumlah wakil menteri keuangan, Anggito Abimanyu (kanan),  Suahasil Nazara (tiga kanan), dan Thomas A. M. Djiwandono (dua kiri), saat konpers APBN Kita Edisi April di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 23 Mei 2025.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah), didampingi sejumlah wakil menteri keuangan, Anggito Abimanyu (kanan), Suahasil Nazara (tiga kanan), dan Thomas A. M. Djiwandono (dua kiri), saat konpers APBN Kita Edisi April di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 23 Mei 2025. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mencatatkan surplus sebesar Rp 4,3 triliun hingga akhir April 2025. Surplus ini menjadi titik balik setelah pemerintah mengalami defisit anggaran selama tiga bulan berturut-turut sejak Januari.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pembalikan arah ini terjadi karena akselerasi pendapatan negara yang cukup signifikan pada April.

Ia menyebut bahwa selama Januari hingga Maret, defisit terjadi akibat tekanan pada penerimaan pajak, antara lain karena restitusi yang cukup besar dan penyesuaian tarif efektif pajak penghasilan (PPh) 21.

ADVERTISEMENT

Total pendapatan negara hingga akhir April tercatat sebesar Rp 810,5 triliun. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan yang positif, terutama dari sektor perpajakan dan bea cukai, yang menunjukkan realisasi lebih cepat dibandingkan target tahunan.

Menurut Sri Mulyani, bea dan cukai bahkan telah mencapai lebih dari 33% dari target, sedangkan total pendapatan negara mendekati 27%.

Sementara itu, belanja negara pada periode yang sama tercatat sebesar Rp 806,2 triliun atau sekitar 22,3% dari pagu anggaran 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan negara tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja, yang pada umumnya masih berada di kisaran 20%.

Sri Mulyani juga menyoroti bahwa transfer ke daerah menjadi komponen belanja yang tumbuh paling tinggi, berperan penting dalam menjaga keseimbangan fiskal antara pusat dan daerah.

Dengan kombinasi percepatan pendapatan dan belanja yang masih terjaga, APBN hingga April 2025 berhasil mencatatkan surplus yang mencerminkan perbaikan kondisi fiskal dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien.

Surplus APBN ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional, terutama di tengah upaya menjaga pertumbuhan dan stabilitas keuangan negara sepanjang 2025.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonom Dorong Belanja Negara Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

Ekonom Dorong Belanja Negara Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6 Persen pada 2026

Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
138 Perlintasan Liar Harus Ditutup untuk Keselamatan Masyarakat

138 Perlintasan Liar Harus Ditutup untuk Keselamatan Masyarakat

JAKARTA
Anggaran OJK Bisa Didukung APBN, Kemenkeu Jaga Independensi

Anggaran OJK Bisa Didukung APBN, Kemenkeu Jaga Independensi

EKONOMI
Ekonom Sebut PPN DTP Tiket Pesawat Redam Inflasi

Ekonom Sebut PPN DTP Tiket Pesawat Redam Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon