ICDX Dorong Perdagangan Energi Terbarukan di EMF 2025
Senin, 26 Mei 2025 | 23:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), yang merupakan bagian dari Capitol Group, ambil bagian dalam Energi Mineral Forum (EMF) 2025 yang digelar oleh B-Universe bekerja sama dengan Kementerian ESDM. Dalam forum tersebut, Head of Strategic Development ICDX, Zulfal Faradis, mengungkapkan bahwa investasi emiten di sektor energi terbarukan mengalami pertumbuhan signifikan.
"Energi terbarukan di negara maju ataupun berkembang, memiliki growth yang signifikan. Perdagangan di Indonesia sendiri melalui ICDX juga berkembang pesat sejak tahun 2020 secara B2B, dan ini dapat dikatakan sebagai instrumen dengan insentif pasar yang cukup besar," ujar Zulfal saat menjadi narasumber di EMF 2025 di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (26/5/2025).
ICDX merupakan bursa berjangka yang memperdagangkan berbagai komoditas energi dan non-energi, dengan lebih dari 160 perusahaan anggota dari berbagai sektor. Pada akhir 2024, ICDX memperoleh sertifikasi Renewable Energy Certificate (REC), yang memungkinkan pelaku usaha memperdagangkan sertifikat energi terbarukan secara resmi. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan pasar yang transparan, terorganisir, dan akuntabel bagi produk-produk berkelanjutan.
Salah satu isu krusial yang dibahas dalam EMF 2025 adalah tantangan pendanaan dan insentif dalam sektor komoditas energi. Forum juga menekankan pentingnya permintaan industri yang konsisten agar dapat menyerap produk energi terbarukan secara optimal.
Topik transisi energi turut menjadi perhatian utama. Forum menyoroti pentingnya laju transisi energi yang proporsional. Beberapa negara yang menerapkan transisi terlalu cepat mengalami lonjakan biaya produksi, yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan harga energi.
ICDX terus berupaya mendorong emiten komoditas untuk memperdagangkan produk-produk berkelanjutan, terutama di sektor pertambangan dan agrikultur. Zulfal menegaskan perlunya dukungan pemerintah agar semakin banyak pelaku industri berpartisipasi dalam pasar berkelanjutan.
“Pemerintah saat ini telah memiliki rencana kebijakan dan strategi yang bisa dikatakan cukup agresif. Namun, implementasinya perlu dipastikan agar hasilnya sesuai dengan harapan,” tegas Zulfal.
Ia juga menyampaikan bahwa EMF 2025 menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha dan regulator untuk menyatukan pandangan, menjembatani isu-isu strategis, dan mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
“Acara ini sangat positif karena membuka ruang dialog antara pelaku usaha dan otoritas, sehingga berbagai isu strategis dapat dibahas secara terbuka,” pungkasnya.
Dengan keterlibatannya di EMF 2025, ICDX menegaskan perannya sebagai penggerak perdagangan komoditas berkelanjutan dan pendukung transisi energi nasional yang lebih inklusif dan efektif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




