Kemenkeu Dukung Program Prioritas Pendidikan Nasional
Jumat, 13 Juni 2025 | 13:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui sejumlah program prioritas di sektor pendidikan. Program tersebut mencakup pembangunan sekolah unggulan, sekolah rakyat, dan revitalisasi sekolah.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kita pada Jumat (23/5/2025) menyampaikan bahwa Pemerintah telah menganggarkan Rp 2 triliun untuk pembangunan empat SMA Unggul Garuda yang saat ini telah memasuki tahap groundbreaking dan awal konstruksi.
“Dan saat ini juga kita akan mengembangkan Dana Abadi SMA unggul tersebut dan tahap yang sudah terjadi adalah tahap awal konstruksi berupa groundbreaking,” ungkap Suahasil.
Tak hanya itu, Rp 396 miliar juga telah dialokasikan untuk tahap pertama pembangunan sekolah rakyat, yang akan dilakukan melalui renovasi fasilitas milik pemerintah seperti Sentra Rehabilitasi Sosial dan Balai Diklat di 65 lokasi, dengan target lebih dari 5.000 siswa di tahun ajaran baru. Program revitalisasi nasional juga digencarkan melalui pembaruan terhadap 10.440 satuan pendidikan dengan anggaran Rp 16,97 triliun, serta revitalisasi 2.120 madrasah di bawah Kementerian Agama dengan dukungan dana sebesar Rp 2,52 triliun.
Menurut Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan Fithra Faisal Hastiadi, kebijakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari visi besar yang tertuang dalam dokumen Asta Cita, terutama dalam pilar pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Kalau kita bicara kenapa SDM itu penting, karena dia adalah salah satu elemen absorptive capacity, kapasitas bangsa untuk menyerap ilmu, teknologi, dan mengembangkan industri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SDM adalah mesin produksi nasional dan fondasi pertumbuhan jangka panjang.
“Indonesia ingin membangun industrinya, tapi tidak mungkin terjadi tanpa didukung oleh human capital yang unggul. Pendidikan adalah jembatannya. Makanya ada sekolah Garuda, sekolah rakyat, yang didesain untuk menyiapkan anak-anak kita jadi pendorong ekonomi nasional dan pemimpin masa depan,” tutur Fithra.
SMA Unggul Garuda menjadi pusat pengembangan pelajar-pelajar dengan potensi tinggi, khususnya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Kurikulumnya diselaraskan dengan universitas-universitas unggulan dunia, memungkinkan lulusan untuk melanjutkan studi ke luar negeri dan kembali berkontribusi secara nyata di dalam negeri.
“Kita sedang membangun sistem pembinaan untuk talenta unggul. Mereka harus dididik dalam lingkungan yang bisa mengasah kemampuan mereka secara maksimal. Ini sudah menjadi best practice di berbagai negara, dan Indonesia sedang memulai lompatan itu lewat sekolah Garuda,” jelasnya.
Di sisi lain, sekolah rakyat difokuskan untuk menjangkau wilayah tertinggal dan kelompok masyarakat kurang mampu. Dengan memanfaatkan fasilitas milik negara yang direnovasi, sekolah ini menjadi simbol pemerataan akses pendidikan bermutu.
“Masyarakat kelas bawah punya potensi besar. Tapi kalau tidak diberi akses, potensi itu hilang. Sekolah rakyat memungkinkan adanya social mobility dari menengah bawah menjadi menengah atas melalui pendidikan,” ungkapnya.
Program ini tidak hanya menyentuh sisi pendidikan, tapi juga berdampak langsung pada pembangunan ekonomi berbasis partisipasi masyarakat luas.
Pemerintah melihat program pendidikan ini sebagai investasi jangka panjang, yang hasilnya akan mulai terlihat dalam kurun waktu 5–10 tahun ke depan.
“Kalau kita inves sekarang, hasilnya akan terlihat cukup untuk menopang transformasi menuju Indonesia Emas 2045. SDM yang unggul akan jadi pelumas ekonomi nasional dan penggerak inovasi di masa depan,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




