Tanggul Laut Raksasa Akan Gunakan Mangrove di Beberapa Titik
Selasa, 17 Juni 2025 | 23:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa di Pesisir Utara Pulau Jawa tidak akan sepenuhnya menggunakan beton. Sebagian titik akan menggunakan solusi berbasis alam, seperti tanaman mangrove.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa proyek tanggul laut raksasa ini akan membentang sejauh 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan anggaran mencapai US$ 80 miliar atau sekitar Rp 1.298 triliun.
“Ada solusi berbasis alam. Menggunakan mangrove, bukan beton lah kira-kira begitu. Namun, apabila ada yang memang sudah sangat parah, artinya tidak bisa (mangrove), maka kita harus benar-benar membangun dinding tebal dan tinggi,” ujar AHY seusai menghadiri rapat Forum Kerjasama Daerah Mitra Praja Utama di Jakarta, Selasa (17/6/2025).
AHY menjelaskan, material tanggul akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan banjir rob di masing-masing daerah. Wilayah dengan potensi kerusakan tinggi akan diprioritaskan menggunakan struktur yang lebih kuat.
Presiden Prabowo juga menginstruksikan agar pembangunan tanggul dimulai dari wilayah Teluk Jakarta. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov Jakarta awalnya bertanggung jawab membangun 12 kilometer tanggul, tetapi kini diperluas menjadi 19 kilometer.
“Jadi giant sea wall itu ada yang menjadi bagian tanggung jawab Jakarta, ada yang menjadi bagian pemerintah pusat. Saya berkonsentrasi yang menjadi bagian pemerintah Jakarta. Yang awalnya 12 kilometer, sekarang ditambah tujuh menjadi 19 kilometer,” jelas Pramono seusai meninjau Perpustakaan Jakarta, Minggu (15/6/2025).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




