AHY: Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Penting untuk Lindungi Pantura
Kamis, 25 September 2025 | 20:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan urgensi pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) di pantai utara (Pantura) Jawa. AHY menegaskan apa yang disampaikan Presiden Prabowo dalam forum sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) nyata terjadi.
AHY menyampaikan, kawasan Pantura yang membentang sekitar 480 kilometer (km) dan melintasi lima provinsi menghadapi ancaman serius berupa penurunan muka tanah dan banjir rob.
“Ada urgensi untuk kita segera melakukan pembangunan dalam rangka melindungi Pantura Jawa,” kata dia di Travoy Hub, Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025).
Menurut AHY, pembangunan tanggul laut raksasa diperlukan tidak hanya untuk melindungi masyarakat yang tinggal di pesisir, tetapi juga kawasan industri strategis dan kawasan ekonomi khusus.
Ia menambahkan, konsep pembangunan akan disempurnakan dengan mengintegrasikan solusi alami atau nature-based solution seperti mangrove serta pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) untuk hunian, bisnis, dan sentra produktif.
“Jadi bukan hanya membangun dinding-dinding tinggi, tetapi juga di lokasi-lokasi (tanggul laut raksasa) tertentu bisa dikembangkan TOD untuk hunian, sentra bisnis dan juga sentra-sentra produktif yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah termasuk juga kontribusi secara nasional,” jelas AHY.
AHY turut menekankan, proyek ini memerlukan pembahasan mendalam terkait skema pembiayaan, karena nilai investasinya sangat besar. “Tidak mungkin kita mengandalkan APBN. Oleh karena itu kita sedang berkomunikasi dengan berbagai pihak dalam dan luar negeri untuk menarik investasi yang juga kredibel,” ucap dia.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengungkap alasan dibalik pembangunan tanggul laut raksasa di pantai utara (Pantura) Jawa saat berpidato pada Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pidatonya, Prabowo turut memperingatkan ancaman dari perubahan iklim yang semakin nyata.
"Kami bersaksi di hadapan Anda bahwa kami telah merasakan dampak langsung dari perubahan iklim, khususnya ancaman kenaikan permukaan air laut," kata Prabowo di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (23/9/2025).
Prabowo menjelaskan, Indonesia menghadapi ancaman naiknya permukaan air laut sekitar 5 sentimeter setiap tahunnya. Ancaman tersebut kemudian menjadi alasan Prabowo memutuskan untuk membangun tanggul laut raksasa sepanjang 480 km di Pantura Jawa.
"Bisakah anda bayangkan dalam 10 tahun? Bisakah Anda bayangkan dalam 20 tahun? Untuk ini, kami terpaksa membangun tembok laut raksasa, mungkin butuh waktu 20 tahun tetapi kami tidak punya pilihan, kami harus mulai sekarang," ungkap Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




