DEN: Penurunan Tarif Trump Berdampak Signifikan ke Ekonomi RI
Kamis, 17 Juli 2025 | 11:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penurunan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia, dari sebelumnya 32% menjadi 19% akan meningkatkan daya saing ekspor nasional di pasar global.
Luhut menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi ekonomi jangka panjang yang bertujuan memperkuat rantai pasok, menarik investasi bernilai tambah, serta menempatkan Indonesia sebagai mitra dagang yang diperhitungkan.
"Kita tidak sedang menggelar karpet merah untuk pihak asing, melainkan membuka jalan yang lebih luas bagi produk dan pelaku usaha Indonesia agar bisa bersaing secara global. Ini bentuk diplomasi ekonomi dengan visi nasional yang jelas," ujar Luhut di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia juga menyederhanakan tarif untuk sejumlah produk asal AS. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah timbal balik yang rasional dan saling menguntungkan.
"Ini bukanlah bentuk konsesi sepihak. Strategi ini membuka peluang besar dalam hal investasi, transfer teknologi, serta akses ekspor yang lebih luas dan kompetitif bagi Indonesia," tambahnya.
DEN telah melakukan simulasi dampak ekonomi dari dua skenario tarif 32% dan 19% tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan tarif ke 19% memberikan manfaat yang jauh lebih signifikan.
Produk domestik bruto (PDB) diperkirakan meningkat 0,5% berkat lonjakan investasi dan konsumsi. Penyerapan tenaga kerja diproyeksikan naik 1,3%, sedangkan kesejahteraan masyarakat meningkat 0,6%.
Simulasi juga memperkirakan investasi melonjak hingga 1,6%, membuka peluang relokasi industri ke Indonesia, khususnya sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta perikanan.
"Indonesia saat ini menjadi negara dengan tambahan tarif AS paling rendah dibandingkan negara-negara yang menikmati surplus perdagangan dengan AS, bahkan lebih rendah dibandingkan sebagian negara ASEAN. Ini merupakan peluang besar bagi kita," ujar Luhut.
Penurunan tarif ini dipandang membuka akses pasar AS yang lebih luas bagi industri dalam negeri, khususnya tekstil, alas kaki, dan furnitur, karena hambatan biaya ekspor yang lebih rendah.
Selain memacu ekspor, kebijakan ini juga dinilai akan menarik minat investor asing untuk memindahkan basis produksinya ke Indonesia guna memanfaatkan keunggulan tarif.
DEN menilai kesepakatan tersebut dapat menjadi momentum penting dalam mempercepat reformasi regulasi serta menurunkan biaya logistik dan produksi di dalam negeri.
"DEN percaya bahwa arah kebijakan ekonomi nasional yang tepat, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang, akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di tengah persaingan global," pungkas Luhut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




