Penghasil Padi dan Garam Terbesar, Indramayu Masih Dililit Kemiskinan
Senin, 21 Juli 2025 | 23:23 WIB
Indramayu, Beritasatu.com - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mendorong pengembangan pertanian berbasis industri modern di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai langkah strategis dalam pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko mengatakan, Indramayu memiliki lahan pertanian terluas di Indonesia dan menyumbang besar terhadap kebutuhan pangan nasional. Namun kondisi ekonomi masyarakatnya masih memprihatinkan.
“Ini adalah paradoks. Indramayu penghasil garam dan padi terbesar, tapi justru menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Barat,” kata Budiman seperti dilansir dari Antara, Senin (21/7/2025).
Menurut dia, masyarakat Indramayu yang dikenal ulet dan pekerja keras, perlu difasilitasi dalam sistem pertanian modern agar hasil kerjanya memberi nilai tambah secara ekonomi.
Oleh karena itu, dia menilai situasi ini harus segera diubah dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan pertanian modern. “Menurut saya, sudah saatnya kita berutang pada Indramayu. Harus dibayar. Masyarakatnya sudah menyumbang banyak bagi pangan,” katanya.
Dia menambahkan, sistem pertanian ini bisa dikembangkan melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), yang memungkinkan peran aktif investor lokal maupun nasional dalam memperkuat rantai produksi pangan rakyat.
“Kita lagi bicara juga dengan beberapa investor. Modelnya bisa jadi KPBU untuk mengaktifkan industri pertanian. Bukan pertanian biasa, tapi yang berbasis industri dan dikelola rakyat,” katanya.
Budiman menjelaskan pemerintah pusat melalui BP Taskin, saat ini sedang merancang kawasan aglomerasi pengentasan kemiskinan yang melibatkan Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, serta Kabupaten Brebes di Jawa Tengah.
Pihaknya sudah mulai memetakan daerah-daerah ini untuk mengintegrasikan sektor pangan, industri kreatif, digital dan energi baru terbarukan. “Harapannya nanti mereka bisa jadi penyedia bahan pangan bergizi gratis minimal di empat kabupaten dan kota sekitarnya. Kalau bisa se-Jawa Barat,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan upaya pengentasan kemiskinan harus melibatkan semua sektor, termasuk perusahaan swasta dan BUMN yang beroperasi di Indramayu agar turut memberikan dampak sosial kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Indramayu mencatat angka kemiskinan di daerahnya pada 2024 mengalami penurunan menjadi 11,93%, dari sebelumnya 12,13% di tahun 2023. Selain angka kemiskinan umum, penurunan juga tercermin pada tingkat kemiskinan ekstrem yang berhasil ditekan dari 2,28% pada 2023 menjadi 1,72% pada tahun 2024.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




