Impor Indonesia Tembus US$ 115,94 Miliar pada Semester I 2025
Jumat, 1 Agustus 2025 | 12:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nilai impor Indonesia sepanjang paruh pertama 2025 tercatat sebesar US$ 115,94 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 5,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total tersebut, impor migas menyumbang US$ 15,86 miliar, sementara impor nonmigas mencapai US$ 100,07 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengatakan, realisasi impor tersebut merupakan akumulasi selama Januari hingga Juni 2025.
Untuk periode Juni saja, impor tercatat sebesar US$ 19,33 miliar atau meningkat 4,28% secara tahunan. Impor nonmigas pada bulan tersebut tumbuh 12,07% menjadi US$ 17,11 miliar, sementara impor migas justru turun 32,07% menjadi US$ 2,22 miliar.
Menurut Pudji, pertumbuhan impor selama bulan Juni terutama dipicu oleh meningkatnya impor nonmigas, yang memberi kontribusi signifikan terhadap kenaikan total impor nasional.
Dari sisi penggunaan barang, impor bahan baku dan penolong mendominasi dengan nilai US$ 13,35 miliar. Disusul oleh impor barang modal sebesar US$ 4,18 miliar dan barang konsumsi senilai US$ 1,8 miliar. Kategori barang modal mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 37,8% dan menjadi pendorong utama kenaikan impor bulan tersebut.
Sepanjang semester I 2025, impor bahan baku dan barang modal mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai impor bahan baku naik US$ 2,06 miliar, sedangkan barang modal bertambah US$ 3,97 miliar. Sebaliknya, impor barang konsumsi justru menurun US$ 257,4 juta atau sekitar 2,47%.
Dalam periode tersebut, bahan baku menyumbang lebih dari 71% dari total impor nasional, diikuti oleh barang modal sekitar 20%, dan barang konsumsi hampir 9%.
Dari sisi negara asal, China tetap menjadi mitra impor terbesar Indonesia dengan nilai mencapai US$ 40 miliar atau hampir 40% dari total impor nonmigas.
Jepang dan Amerika Serikat masing-masing menyumbang US$ 7,47 miliar dan US$ 4,87 miliar. Impor dari kawasan ASEAN sebesar US$ 16 miliar, sementara dari Uni Eropa mencapai US$ 5,6 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




