Tarif Impor Baru AS-Indonesia Dinilai Bisa Dongkrak PMI Manufaktur
Selasa, 5 Agustus 2025 | 19:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Penerapan tarif impor baru sebesar 19% untuk produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS) dan 0% untuk produk AS ke Indonesia, yang mulai berlaku Kamis (7/8/2025), diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap purchasing managers’ index (PMI) Manufaktur Indonesia.
Analis Kebijakan Ekonomi Apondo Ajib Hamdani menilai, kebijakan ini berpotensi menjaga PMI Manufaktur tetap di atas level ekspansif, yakni 50.
“Begitu tarif impor dari Amerika menjadi 0%, justru ada peluang meningkatkan PMI Manufaktur. Apalagi nilai barang impor dari AS bisa meningkat, menutup selisih perdagangan yang sebelumnya berada di kisaran US$ 16-17 miliar,” ujar Ajib kepada Beritasatu.com, Senin (4/8/2025).
Ajib menjelaskan, kebijakan tarif ini akan membuat sejumlah bahan baku industri menjadi lebih murah karena dapat diimpor dari AS dengan beban tarif yang lebih ringan. Beberapa komoditas, seperti kapas, kedelai, dan minyak mentah akan dipasok dari AS, sehingga mampu meningkatkan efisiensi sektor manufaktur.
Di tengah ketidakpastian global, Apindo juga berfokus pada penguatan ekonomi domestik. Pelaku industri berharap pemerintah dapat memberikan bauran insentif yang tepat sasaran pada semester II tahun ini.
“Misalnya, dari sisi fiskal, pemerintah bisa menanggung PPN atas bahan baku tertentu sehingga harga beli lebih murah dan arus kas pelaku usaha lebih longgar. Selain itu, percepatan restitusi pajak juga penting untuk mendorong likuiditas,” jelasnya.
Dari sisi moneter, Ajib menilai perlunya intervensi pemerintah dalam bentuk suku bunga rendah bagi sektor padat karya agar tetap kompetitif. Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan kemudahan perizinan berusaha, yang hingga kini masih menjadi tantangan.
“Kalau di China izin usaha bisa sehari, di Malaysia seminggu, di Indonesia bisa enam bulan. Jika izin lambat, maka ada yang namanya potential loss,” tambahnya.
Ajib berharap bauran kebijakan dan insentif, baik dari segi fiskal, moneter, maupun regulasi, dapat diberikan pemerintah secara tepat sasaran agar sektor manufaktur terus tumbuh di tengah dinamika global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




