ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Masih Negosiasi Tarif AS, Targetkan Nol Persen

Kamis, 7 Agustus 2025 | 12:57 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso. (Kementerian Perdagangan/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan proses negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung, meski Washington telah resmi memberlakukan tarif impor sebesar 19%.

"Executive order kemarin menyebut tujuh hari setelah 31 Juli. Kita tetap negosiasi, karena ingin beberapa komoditas yang tidak diproduksi AS bisa mendapat tarif 0 persen," kata Budi di kantor Kemendag, Kamis (7/8/2025).

Ia menyatakan, pembicaraan bilateral akan terus dilakukan hingga 1 September 2025. Menurutnya, peluang penyesuaian tarif masih terbuka, mengingat sebelumnya Indonesia sempat dikenakan tarif 32%, lalu diturunkan menjadi 19% setelah penundaan selama tiga bulan dan negosiasi intensif.

ADVERTISEMENT

"Awalnya 32%, lalu ditunda 3 bulan, turun jadi 10%, kemudian jadi 19%. Sekarang kita masih dorong supaya ada yang bisa 0%, sampai 1 September," jelasnya.

Budi juga mengungkapkan, Presiden AS Donald Trump masih membuka ruang dialog untuk membahas lebih lanjut tarif terhadap komoditas Indonesia. Indonesia berupaya agar barang-barang yang tidak diproduksi oleh industri AS dapat memperoleh pembebasan bea masuk.

Namun, Budi belum bersedia membeberkan komoditas apa saja yang tengah diupayakan masuk dalam skema tarif nol persen.

Kebijakan tarif resiprokal 19% dari AS resmi berlaku mulai hari ini dan diterapkan secara serentak kepada 92 negara. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia termasuk negara dengan tarif cukup rendah setelah Singapura yang mendapat perlakuan khusus dengan tarif hanya 10%.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa beberapa komoditas asal Indonesia, seperti konsentrat tembaga dan katoda tembaga telah mendapatkan tarif nol persen dari Amerika Serikat. Hal ini merupakan hasil dari pembicaraan strategis antara kedua negara, khususnya dalam sektor perdagangan mineral.

Pemerintah juga berharap beberapa komoditas lain seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO), karet, kayu meranti, serta produk turunan tembaga dapat memperoleh perlakuan serupa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendag Ungkap Tarif Impor AS untuk Indonesia Masih Bisa Dinego

Mendag Ungkap Tarif Impor AS untuk Indonesia Masih Bisa Dinego

EKONOMI
Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

EKONOMI
Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

EKONOMI
Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon