ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di 5,25 Persen pada RGD Agustus 2025

Rabu, 20 Agustus 2025 | 10:36 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Ilustrasi Bank Indonesia.
Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan menahan suku bunga acuan di level 5,25% pada rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19-20 Agustus 2025.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menjelaskan, inflasi tahunan terus meningkat sejak Mei 2025 dan mencapai 2,37% year on year (yoy) pada Juli 2025.

Dari sisi global, data inflasi dan pengangguran Amerika Serikat (AS) ditafsirkan pasar sebagai sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Keputusan resmi BI akan diumumkan melalui konferensi pers pada Rabu (20/8/2025).

ADVERTISEMENT

“Kami menilai BI perlu mempertahankan suku bunga di 5,25% pada RDG Agustus 2025 sembari menjaga kewaspadaan untuk melakukan intervensi demi stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal,” ujar Riefky dalam laporan Analisis Makroekonomi RDG BI Agustus 2025, Selasa (19/8/2025).

Ia menambahkan, inflasi Juli 2025 yang mencapai 2,37% naik dari 1,87% pada Juni, mendekati titik tengah target BI di kisaran 1,5%-3,5%.

Pendorong utama inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kontribusi 1,05%. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,55%. Selain itu, biaya perumahan, listrik, kesehatan, dan pendidikan juga menunjukkan kenaikan.

Ke depan, inflasi diperkirakan tetap stabil meski terdapat potensi tekanan tambahan dari harga pangan. 
“Inflasi pangan diperkirakan masih tinggi seiring berakhirnya musim panen yang membatasi pasokan beberapa komoditas, meski program SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) diharapkan dapat meredam kenaikan harga beras,” jelasnya.

Dari sisi global, Federal Open Market Committee (FOMC) pada akhir Juli 2025 memutuskan menahan suku bunga acuan AS di kisaran 4,25%-4,50% sejak Desember tahun lalu.

Namun, inflasi AS yang relatif stabil dan meningkatnya angka pengangguran pada Juli memperbesar peluang The Fed melakukan pemangkasan lebih cepat dari perkiraan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menekan pengangguran.

“Kondisi inflasi dan pasar tenaga kerja AS dipandang investor sebagai sinyal kuat bahwa pemotongan suku bunga The Fed bisa lebih cepat dari perkiraan,” tutur Riefky.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen pada Maret 2026

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen pada Maret 2026

EKONOMI
Inflasi Mengintai, BI Disarankan Tahan Suku Bunga

Inflasi Mengintai, BI Disarankan Tahan Suku Bunga

EKONOMI
Ekonom Prediksi BI Tahan Suku Bunga Acuan Desember 2025

Ekonom Prediksi BI Tahan Suku Bunga Acuan Desember 2025

EKONOMI
BI Rate Turun, OJK Nilai Bunga Kredit Masih Bisa Lebih Rendah

BI Rate Turun, OJK Nilai Bunga Kredit Masih Bisa Lebih Rendah

EKONOMI
BI Siap Longgarkan Kebijakan Lagi Seusai Pangkas Suku Bunga Acuan

BI Siap Longgarkan Kebijakan Lagi Seusai Pangkas Suku Bunga Acuan

EKONOMI
OJK Imbau Bank Turunkan Suku Bunga Kredit Seiring BI Rate 5 Persen

OJK Imbau Bank Turunkan Suku Bunga Kredit Seiring BI Rate 5 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon