Tarif Trump Gagal Redam Defisit, Perdagangan AS Semakin Tertekan
Jumat, 5 September 2025 | 17:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan tarif agresif yang diterapkan mantan Presiden Donald Trump terbukti belum efektif menekan defisit perdagangan Amerika Serikat (AS). Data terbaru menunjukkan kesenjangan perdagangan pada Juli 2025 justru melebar signifikan.
Melansir Benzinga, Jumat (5/9/2025), data Biro Analisis Ekonomi mengungkap defisit perdagangan barang dan jasa AS naik menjadi US$ 78,3 miliar pada Juli. Angka ini jauh di atas perkiraan ekonom sebesar US$ 75,7 miliar dan merupakan defisit bulanan terbesar sejak Maret.
Kondisi tersebut menunjukkan tarif impor yang bertujuan melindungi industri dalam negeri tak berhasil mengurangi ketergantungan AS pada produk asing.
Kenaikan defisit terutama dipicu oleh lonjakan impor sebesar 5,9% menjadi US$ 358,8 miliar, sementara ekspor hanya tumbuh tipis 0,3% menjadi US$ 280,5 miliar.
Ekspor barang naik tipis US$ 0,2 miliar menjadi US$ 179,4 miliar, ditopang emas nonmoneter serta pesawat sipil.
Impor barang melonjak US$ 18,4 miliar menjadi US$ 283,3 miliar, terutama pada emas, bahan industri, serta perangkat komputer dan telekomunikasi.
Meski beberapa kategori seperti mobil penumpang, obat-obatan, dan semikonduktor menurun, total impor tetap mendominasi.
Beberapa negara menjadi kontributor utama defisit Juli, yakni Meksiko US$ 16,6 miliar, Vietnam US$ 16,1 miliar, China US$ 14,7 miliar (naik US$ 5,3 miliar dari Juni), dan Taiwan US$ 13,5 miliar
Selain itu, defisit juga tercatat dengan Uni Eropa (US$ 8,6 miliar), India (US$ 5,5 miliar), dan Kanada (US$ 5,4 miliar).
Sebaliknya, AS membukukan surplus dengan Belanda (US$ 4,8 miliar), Amerika Selatan dan Tengah (US$ 4,6 miliar), serta Hong Kong (US$ 1,9 miliar).
Perkembangan ini menegaskan bahwa strategi tarif Trump belum memberi hasil berarti dalam menyeimbangkan perdagangan AS, bahkan justru menambah tekanan terhadap ekonomi domestik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




