ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tarif Trump Gagal Redam Defisit, Perdagangan AS Semakin Tertekan

Jumat, 5 September 2025 | 17:06 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Presiden Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor baru bagi sejumlah negara di Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025.
Presiden Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor baru bagi sejumlah negara di Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025. (AP/Mark Schiefelbein)

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan tarif agresif yang diterapkan mantan Presiden Donald Trump terbukti belum efektif menekan defisit perdagangan Amerika Serikat (AS). Data terbaru menunjukkan kesenjangan perdagangan pada Juli 2025 justru melebar signifikan.

Melansir Benzinga, Jumat (5/9/2025), data Biro Analisis Ekonomi mengungkap defisit perdagangan barang dan jasa AS naik menjadi US$ 78,3 miliar pada Juli. Angka ini jauh di atas perkiraan ekonom sebesar US$ 75,7 miliar dan merupakan defisit bulanan terbesar sejak Maret.

Kondisi tersebut menunjukkan tarif impor yang bertujuan melindungi industri dalam negeri tak berhasil mengurangi ketergantungan AS pada produk asing.

ADVERTISEMENT

Kenaikan defisit terutama dipicu oleh lonjakan impor sebesar 5,9% menjadi US$ 358,8 miliar, sementara ekspor hanya tumbuh tipis 0,3% menjadi US$ 280,5 miliar.

Ekspor barang naik tipis US$ 0,2 miliar menjadi US$ 179,4 miliar, ditopang emas nonmoneter serta pesawat sipil.

Impor barang melonjak US$ 18,4 miliar menjadi US$ 283,3 miliar, terutama pada emas, bahan industri, serta perangkat komputer dan telekomunikasi.

Meski beberapa kategori seperti mobil penumpang, obat-obatan, dan semikonduktor menurun, total impor tetap mendominasi.

Beberapa negara menjadi kontributor utama defisit Juli, yakni Meksiko US$ 16,6 miliar, Vietnam US$ 16,1 miliar, China US$ 14,7 miliar (naik US$ 5,3 miliar dari Juni), dan Taiwan US$ 13,5 miliar

Selain itu, defisit juga tercatat dengan Uni Eropa (US$ 8,6 miliar), India (US$ 5,5 miliar), dan Kanada (US$ 5,4 miliar).

Sebaliknya, AS membukukan surplus dengan Belanda (US$ 4,8 miliar), Amerika Selatan dan Tengah (US$ 4,6 miliar), serta Hong Kong (US$ 1,9 miliar).

Perkembangan ini menegaskan bahwa strategi tarif Trump belum memberi hasil berarti dalam menyeimbangkan perdagangan AS, bahkan justru menambah tekanan terhadap ekonomi domestik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

EKONOMI
Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

EKONOMI
Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI
Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon