Swasembada Garam 2027: Indonesia Siap Lepas Ketergantungan Impor
Selasa, 16 September 2025 | 16:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) Didit Herdiawan menegaskan Indonesia menargetkan swasembada garam pada 2027. Artinya, mulai tahun tersebut, Indonesia tidak lagi melakukan impor garam.
“Untuk tahun ini dan tahun depan masih ada sebagian impor. Namun pada 2027 kami targetkan sudah tidak impor garam lagi,” ujar Didit dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, berbagai program tengah digulirkan guna meningkatkan kapasitas produksi garam nasional. Kebutuhan bahan baku garam domestik pada 2024 dan 2025 diperkirakan mencapai 4,9 juta ton, dengan proyeksi kenaikan 2,5 persen per tahun seiring pertumbuhan penduduk dan sektor industri.
Pada 2025, produksi dalam negeri ditargetkan mencapai 2,25 juta ton. Ditambah stok sisa 836.000 ton, pasokan garam lokal diperkirakan mampu menutupi 63% kebutuhan nasional.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP Koswara, menyampaikan dua strategi utama untuk mewujudkan swasembada 2027.
Pertama, membangun kawasan sentra industri garam nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 13.000 hektare, yang ditargetkan menambah produksi hingga 2,6 juta ton.
Kedua, intensifikasi lahan garam eksisting, dengan harapan meningkatkan produktivitas hingga 30%.
Koswara menambahkan, kebutuhan garam konsumsi rumah tangga sebenarnya sudah dapat dipenuhi dari produksi lokal. Namun, kebutuhan garam industri masih mengandalkan impor.
“Kalau untuk konsumsi masyarakat sebenarnya sudah swasembada, yang masih bergantung impor adalah garam industri,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




