Hipmi: Stimulus Rp 16,23 Triliun Jadi Puzzle Terakhir Ekonomi
Selasa, 16 September 2025 | 21:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari menilai, paket stimulus terbaru senilai Rp 16,23 triliun menjadi puzzle terakhir yang melengkapi kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Paket stimulus ekonomi senilai Rp 16,23 triliun ini ibarat puzzle terakhir untuk menyempurnakan kebijakan yang sudah dijalankan,” ujar Akbar di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Ia menyoroti langkah cepat pemerintah, termasuk pergantian menteri keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, kebijakan Purbaya memindahkan dana Rp 200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke lima bank Himbara menunjukkan sikap agresif pemerintah dalam menggerakkan perekonomian.
Selain itu, pembentukan Tim Akselerasi Program Prioritas yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pangan Zulkifli Hasan diyakini dapat mempercepat penyerapan anggaran.
“Jika dilihat, dua langkah itu berorientasi pada upaya membanjiri sektor riil dengan dana segar. Pemerintah sadar, saat ini masyarakat menengah ke bawah sangat selektif membelanjakan uangnya, sehingga berdampak pada dunia usaha,” jelasnya.
Akbar menekankan, stimulus kali ini menyasar kelompok rentan, memperkuat perlindungan sosial, dan menopang sektor yang sedang melambat, termasuk UMKM.
“Paket stimulus ini menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan agenda struktural. Harapannya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2025 bisa lebih baik,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




