United Tractors Gelar Workshop Wartawan, Dorong Kolaborasi dan Adaptasi AI di Industri Media
Jumat, 26 September 2025 | 22:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dalam era yang serba digital di mana teknologi terus berkembang pesat, artificial intelligence (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai sektor, termasuk dunia jurnalisme. Menyadari pentingnya adaptasi terhadap perubahan ini, United Tractors menggelar Workshop Wartawan UT Group 2025 dengan tema "AI dalam Ruang Redaksi: Transformasi Jurnalisme, Kolaborasi, dan Keberlanjutan", Kamis (25/9/2025).
Acara ini dirancang sebagai wadah untuk membekali para jurnalis dengan wawasan terkini mengenai perkembangan AI, tren jurnalisme modern, dan dinamika industri media. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi dan hubungan kerja sama yang telah terjalin baik antara United Tractors dan berbagai institusi media.
Human Capital, Corporate Communications dan Sustainability Director United Tractors Ari Sutrisno dalam sambutannya menekankan betapa digitalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari operasional perusahaan. Sejak proyek Big Data dimulai pada 2017, United Tractors telah mengadopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi secara signifikan.
"Digitalisasi ini merupakan movement yang luar biasa. Kita bisa melihat langsung konsumsi bahan bakar per unit alat berat dari Jakarta, bahkan hingga nomor lambung kendaraan. Saking canggihnya, kita bisa memantau apa yang terjadi di lapangan dari ruang kontrol atau bahkan dari laptop kita sendiri, tanpa harus datang ke lokasi,” ujar Ari.
Pada kesempatan ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria turut memberikan pandangannya. Menurutnya, acara ini sangat relevan mengingat tantangan yang dihadapi industri media saat ini, terutama dengan munculnya AI.
"Workshop ini membahas banyak sisi yang menarik dan menantang, seperti bagaimana menggunakan AI dalam ruang berita, apa saja yang harus diperhatikan, dan bagaimana media bisa tetap bertahan di tengah gempuran teknologi," kata Nezar.
Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi, termasuk AI, harus mendukung pekerjaan jurnalistik. Nezar menambahkan bahwa Dewan Pers telah menerbitkan panduan khusus untuk penggunaan teknologi dalam produksi berita, yang bertujuan untuk memastikan prinsip-prinsip jurnalisme berkualitas tetap terjaga.
"Kami optimistis menghadapi teknologi baru ini dengan semangat untuk memberikan manfaat besar dan meminimalkan risiko," ujar Nezar.
Ia juga menyoroti risiko misinformasi yang bisa disebarkan oleh produk AI dan berharap industri media dapat mengadopsi teknologi ini dengan sigap tanpa mengorbankan kualitas jurnalisme.
Mengenai regulasi, Nezar menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyelesaikan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) dan buku putih peta jalan AI. Dokumen-dokumen ini akan menjadi landasan untuk mengukuhkan pengembangan AI di Indonesia, termasuk aspek keamanannya.
BACA JUGA
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 Segera Hadir Pekan Depan, Ini Kilas Balik Kesuksesan 2024
"Target kami, di akhir bulan ini sudah masuk tahap berikutnya. Nanti akan ada harmonisasi dan pengujian lagi agar pengaturannya tidak kontradiktif dengan peraturan lain," tambah Nezar.
Nezar berharap Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga menjadi deployer dan developer.
"Kami berharap bisa menghasilkan AI yang mandiri dari anak-anak bangsa sendiri. Kedaulatan dalam digital ini sangat penting di tengah geopolitik saat ini," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




