Mata Uang Asia dan Rupiah Hari Ini 1 Oktober Melemah dari Dolar AS
Rabu, 1 Oktober 2025 | 09:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (1/10/2025). Rupiah tercatat berada di level Rp 16.674 per dolar AS, turun 0,06% atau 9,5 poin berdasarkan data Bloomberg.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Dolar Singapura (USD-SGD) melemah 0,05% ke 1,2908, won Korea Selatan (USD-KRW) turun 0,20% ke 1.406,86, peso Filipina (USD-PHP) melemah 0,15% ke 58,287, rupee India (USD-INR) terkoreksi 0,04% ke 88,7912, dan ringgit Malaysia (USD-MYR) serta baht Thailand (USD-THB) masing-masing melemah 0,04% dan 0,02%.
Sementara itu, hanya sebagian kecil mata uang Asia yang menguat terhadap dolar. Dolar Hong Kong (USD-HKD) naik tipis 0,01% ke 7,7821, sedangkan yuan China (USD-CNY) juga menguat 0,01% ke 7,1214.
Dolar AS diketahui bergerak mendekati level terendah satu minggu terhadap mata uang utama dunia. Tekanan muncul setelah meningkatnya risiko penutupan pemerintahan (shutdown) AS, yang dikhawatirkan akan menunda rilis data ekonomi penting, termasuk laporan ketenagakerjaan nonpertanian pada Jumat.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Demokrat bahwa penutupan pemerintah akan memungkinkan pemerintahannya mengambil langkah tidak dapat diubah, termasuk menghentikan sejumlah program penting. Departemen Tenaga Kerja dan Perdagangan AS juga menegaskan rilis data akan tertunda bila terjadi shutdown.
Analis Commonwealth Bank of Australia Joseph Capurso menilai kondisi politik AS akan sangat memengaruhi arah dolar. “US$ berpotensi kembali melemah jika wacana politik menunjukkan shutdown yang berkepanjangan. Data ekonomi AS yang lebih lemah dapat menambah beban pada USD,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




