ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Dunia Turun Pagi Ini Akibat Potensi Surplus 2026

Rabu, 15 Oktober 2025 | 10:00 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai.
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (15/10/2025) pagi waktu Asia, memperpanjang tren penurunan dari sesi sebelumnya.

Tekanan harga terjadi setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan potensi surplus pasokan pada 2026, ditambah meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang dapat menekan permintaan energi global.

Mengutip data perdagangan pukul 08.21 WIB, harga minyak mentah Brent turun 12 sen atau 0,19% menjadi US$ 62,27 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 10 sen atau 0,17% ke level US$ 58,60 per barel.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, IEA menyebutkan pasar minyak global berpotensi mengalami surplus hingga 4 juta barel per hari pada tahun depan, jumlah yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Surplus tersebut dipicu oleh peningkatan produksi dari negara-negara anggota OPEC+ serta produsen lain di tengah permintaan yang masih lemah.

Tekanan terhadap prospek permintaan minyak juga meningkat seiring memanasnya hubungan dagang antara AS dan China. Kedua negara tersebut mulai memberlakukan biaya tambahan di pelabuhan terhadap pengangkut laut. Beijing juga menjatuhkan sanksi terhadap lima anak usaha yang terafiliasi dengan perusahaan kapal asal Korea Selatan, Hanwha Ocean.

Ketegangan meningkat sejak pekan lalu setelah China mengumumkan perluasan besar-besaran kontrol ekspor logam tanah jarang. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap barang-barang asal China hingga 100% serta memperketat pembatasan ekspor perangkat lunak mulai 1 November mendatang.

“Selain perkembangan hubungan dagang AS-China, faktor utama yang kini memengaruhi harga minyak adalah tingkat kelebihan pasokan yang tercermin dari perubahan stok global,” kata analis Haitong Futures, Yang An.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon