ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahlil: Daerah Wajib Nikmati Nilai Tambah Terbesar dari Hilirisasi

Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:46 WIB
BI
DM
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: DM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahil Lahadalia menyatakan, daerah harus memperoleh nilai tambah terbesar dari kegiatan pertambangan dan hilirisasi. Menurut dia, arah kebijakan hilirisasi nasional harus mencerminkan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahil Lahadalia menyatakan, daerah harus memperoleh nilai tambah terbesar dari kegiatan pertambangan dan hilirisasi. Menurut dia, arah kebijakan hilirisasi nasional harus mencerminkan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan daerah harus memperoleh nilai tambah terbesar dari kegiatan pertambangan dan hilirisasi. Menurut ESDM Bahlil Lahadalia, arah kebijakan hilirisasi nasional harus mencerminkan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Hilirisasi ke depan itu harus berkeadilan bagi daerah-daerah, UMKM daerah, dan masyarakat daerah. Tidak boleh kue ekonomi itu dibawa semua ke Jakarta atau dibawa investor. Inilah implementasi sila kelima Pancasila,” ujarnya di Jakarta, Minggu (26/10/2025).

Bahlil menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, investor, pengusaha, dan masyarakat lokal sangat penting untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar dinikmati secara merata.

ADVERTISEMENT

Ia mencontohkan keberhasilan hilirisasi di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 20%, jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya sekitar 6%. “Keberhasilan ini bukti nyata hilirisasi mampu menjadi motor penggerak transformasi ekonomi daerah,” katanya.

Bahlil menambahkan, hilirisasi bukan hanya soal peningkatan ekspor dan industri, tetapi juga bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional dari sektor jasa dan konstruksi menuju industri berbasis sumber daya alam. 

“Kalau ini konsisten kita lakukan, insyaallah kita akan mencapai target menjadi salah satu negara dengan GDP terbesar di dunia pada 2045,” ujarnya optimistis.

Bahlil mengungkapkan, Kementerian ESDM kini tengah menyusun peta jalan hilirisasi pascatambang, yang mencakup pembangunan industri baru setelah masa tambang berakhir. Tujuannya, agar ekonomi daerah tetap berkelanjutan dan tidak bergantung sepenuhnya pada kegiatan ekstraktif.

“Upaya ini menjadi bagian dari implementasi sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

NASIONAL
PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Didukung Kementerian ESDM

PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Didukung Kementerian ESDM

EKONOMI
Bantah Listrik Padam karena Batu Bara, Bahlil Ultimatum PLN

Bantah Listrik Padam karena Batu Bara, Bahlil Ultimatum PLN

EKONOMI
RI Tetap Impor Minyak Rusia meski Selat Hormuz Telah Dibuka

RI Tetap Impor Minyak Rusia meski Selat Hormuz Telah Dibuka

EKONOMI
Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syaratnya

Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syaratnya

EKONOMI
Wamen Yuliot Lantik 107 Pejabat Kementerian ESDM

Wamen Yuliot Lantik 107 Pejabat Kementerian ESDM

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon