Banyak Saham Gorengan, Menkeu Purbaya Ogah Beri Insentif Pasar Modal
Rabu, 3 Desember 2025 | 19:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum akan memberikan insentif pasar modal sebelum praktik saham gorengan benar-benar diberantas. Ia menilai kondisi pasar saat ini masih menyimpan risiko tinggi bagi investor ritel.
“Kalau kita maunya kan sektor swasta bergerak. Investor swasta dan ritel masuk ke sana. Yang paling penting pertama adalah Anda untung dan enggak kejebak sama tukang goreng saham,” ujar Purbaya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/12/2025).
Purbaya mengaku telah menyampaikan kepada Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bahwa pemberian insentif baru dapat dilakukan jika otoritas berhasil menertibkan praktik manipulasi harga saham.
“Seperti saya janji ke Pak Mahendra, kalau bisa beresin goreng-gorengan itu, nantikan investor ritel terlindungi. Saya akan kasih tambahan insentif, keringanan pajak dan lain-lain supaya banyak orang masuk ke pasar saham tetapi masuknya bukan ke pasar yang bisa menipu mereka,” ujarnya.
Menurutnya, pemberian insentif di tengah kondisi pasar yang masih rawan justru berpotensi merugikan investor baru. Purbaya berkelakar bahwa dirinya bisa ikut menanggung dosa, jika insentif diberikan saat pasar belum bersih.
“Nanti dosa saya makin besar kalau gitu. Kita harus pastikan masuk ke pasar yang relatif bersih,” tambahnya.
Purbaya menyebut pemerintah akan mengamati perkembangan penegakan hukum terhadap para pelaku penggoreng saham dalam enam bulan ke depan. Jika ada tindakan tegas, termasuk penangkapan atau sanksi yang jelas, insentif bagi investor ritel akan segera digulirkan.
“Dalam waktu enam bulan, kalau ada yang ditangkap atau dihukum, kita akan kasih insentif dengan cepat. Supaya investor yang masuk ke pasar saham, langsung maupun lewat reksadana, bisa untung secara fair. Jadi investor enggak pinter pun enggak apa-apa, enggak akan ketipu,” jelasnya.
Purbaya mengakui bahwa keberadaan spekulan dan pelaku penggoreng saham di pasar modal masih terlihat dan hingga kini belum ada yang benar-benar dijatuhi hukuman.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menunggu langkah tegas dari OJK dan jika sudah ada tindakan yang jelas terhadap para pelaku tersebut, barulah pemerintah akan mempertimbangkan pemberian insentif bagi investor.
Purbaya menambahkan, jika ekonomi terus membaik dan pasar semakin bersih, investasi saham akan menjadi pilihan yang sangat menarik bagi masyarakat.
"Kalau ekonominya bagus terus, ke depan investasi di saham adalah investasi yang menarik sekali," tandas Purbaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




