DEPO Perkuat Fondasi Bisnis untuk Perluas Ekspansi pada 2026
Rabu, 10 Desember 2025 | 07:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) menyiapkan strategi penguatan fundamental sebagai langkah awal menuju ekspansi yang lebih agresif pada 2026. Perseroan memasuki fase penting konsolidasi operasional melalui modernisasi sistem, disiplin proses bisnis, dan percepatan digitalisasi ritel.
Direktur Caturkarda Depo Bangunan Amanda Grace Kettin menyatakan, periode 2025-2026 difokuskan untuk memperkuat fondasi internal sebelum mempercepat ekspansi besar.
Empat agenda utama perusahaan meliputi pembaruan sistem ERP dan POS yang ditargetkan rampung secara menyeluruh pada 2026, penerapan SOP di seluruh gerai, optimalisasi manajemen persediaan, serta peningkatan kapasitas SDM. Hingga September 2025, jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan mencapai 2.949 orang.
“Penguatan sistem dan SOP adalah kunci skalabilitas ritel besar seperti DEPO. Dengan fondasi ini, kami siap menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang,” ujar Amanda pada paparan publik di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Presiden Direktur Depo Bangunan Kambiyanto Kettin menambahkan bahwa hingga tahun berjalan kuartal III 2025, DEPO membukukan penjualan Rp 2,11 triliun, tumbuh 4,1% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini disokong peningkatan jumlah transaksi sebesar 7,5% menjadi 1,63 juta transaksi.
“Pertumbuhan transaksi menunjukkan permintaan ritel bahan bangunan tetap stabil meski ekonomi menantang. Ekspansi gerai dan penguatan kanal digital menjadi pendorong penting,” katanya.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur DEPO Henryanto Komala menjelaskan bahwa perseroan kini mengoperasikan 17 gerai setelah peresmian cabang baru di Pekanbaru pada 29 November 2025 dengan luas 2.200 m².
Target pembukaan satu gerai pada tahun ini telah tercapai, sedangkan pada 2026 perusahaan menargetkan pembukaan tiga gerai baru.
“Ekspansi gerai tetap menjadi motor utama pertumbuhan kami. Potensi daerah masih besar, dan DEPO ingin hadir lebih dekat dengan konsumen,” tuturnya.
Kontribusi kanal digital terus meningkat, dengan penjualan online mencapai Rp 289,74 miliar atau 13,7% dari total penjualan, tumbuh 37,7% secara tahunan.
Kenaikan tersebut ditopang optimalisasi live commerce di TikTok dan Tokopedia, pemesanan melalui WhatsApp, serta peningkatan performa website. “Konsumen bahan bangunan kini semakin digital. Fokus kami membangun pengalaman omnichannel yang konsisten,” jelas Amanda.
DEPO mencatat laba kotor sebesar Rp 417,03 miliar, tumbuh 7,2%, dengan marjin kotor naik menjadi 19,8%. Laba bersih berada di angka Rp 50,42 miliar atau 2,4% dari penjualan, terkoreksi 11,2% akibat kondisi pasar yang ketat. Namun, perseroan memperkirakan marjin laba bersih tetap stabil hingga akhir tahun.
Selain itu, peningkatan profitabilitas didorong oleh penguatan produk house brand, diversifikasi sumber pengadaan, kenaikan rebate dan sales support sebesar 0,2% yoy, serta lonjakan pendapatan lain-lain sebesar 39% yoy.
“Peningkatan kategori house brand terbukti memperkuat marjin kotor. Ke depan kami akan memperluas variasi produk dan memperkuat kerja sama pemasok,” kata Amanda.
Per September 2025, total aset DEPO mencapai Rp 2,291 triliun, sementara ekuitas tumbuh 4,8% yoy menjadi Rp 1,331 triliun. Belanja modal 2025 diperkirakan sekitar Rp 118 miliar yang dialokasikan untuk ekspansi gerai dan penguatan infrastruktur operasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




