Purbaya Ambil Rp 75 Triliun Dana Himbara untuk Belanja Negara
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah menarik dana sebesar Rp 75 triliun dari total Rp 276 triliun dana yang sebelumnya ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Purbaya menjelaskan, penarikan dana tersebut dilakukan untuk mendorong perekonomian melalui belanja negara. Dana yang ditarik kembali kemudian disalurkan ke sistem perekonomian dalam bentuk realisasi belanja pemerintah.
“Sebesar Rp 75 triliun sudah kita tarik dan kita belanjakan kembali, sehingga uangnya tetap masuk ke sistem perekonomian, hanya tidak lagi dalam bentuk simpanan pemerintah di bank,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Sebelumnya, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp 276 triliun yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke lima bank Himbara dan satu bank pembangunan daerah (BPD). Rinciannya, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp 80 triliun, BTN Rp 25 triliun, BSI Rp 10 triliun, serta Bank DKI Rp 1 triliun.
Purbaya menuturkan, dana yang ditarik tersebut digunakan untuk menopang belanja negara guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, ia mengakui kebijakan penempatan dana itu belum sepenuhnya berjalan optimal, salah satunya tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Oktober 2025, kredit perbankan hanya tumbuh 7,36% secara tahunan (year on year), masih di bawah target BI pada kisaran 8%–11%.
Menurut Purbaya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yang sebelumnya belum sepenuhnya sinkron.
“Injeksi likuiditas yang kami tempatkan di sistem perbankan tidak seoptimal yang saya perkirakan. Seharusnya ekonomi bisa bergerak lebih cepat, tetapi ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah dan bank sentral,” ujarnya.
Meski demikian, Purbaya memastikan koordinasi antara pemerintah dan bank sentral kini telah diperbaiki. Ia menyebutkan, dalam dua pekan terakhir Bank Indonesia telah mendukung kebijakan pemerintah sehingga likuiditas di sistem perekonomian akan semakin meningkat.
“Artinya, uang akan semakin banyak di sistem perekonomian. Jadi tidak perlu khawatir ekonomi kita akan melambat,” tegasnya.
Dengan perbaikan koordinasi tersebut, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun depan dapat mencapai 6%, lebih tinggi dari asumsi dalam APBN 2026 sebesar 5,4%.
“Sekarang saya bisa berbicara lebih yakin bahwa tahun depan bisa 6%. Walaupun di APBN 5,4%, saya akan dorong ke 6%,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




