ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Heran Soal Serangan AS ke Venezuela, Purbaya: Hukum Dunia Aneh

Senin, 5 Januari 2026 | 20:38 WIB
CS
AD
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: AD
Menkeu Purbaya.
Menkeu Purbaya. (Beritasatu.com/Celvin Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com -  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sorotan tajam terhadap penegakan hukum internasional setelah Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Menurut Purbaya, konflik di Venezuela menunjukkan penegakan hukum internasional yang aneh. Ia heran karena terdapat fenomena serangan antara satu negara ke negara yang berdaulat.

"Hukum dunia agak aneh sekarang," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

ADVERTISEMENT

Melihat krisis di Venezuela, Purbaya lantas menyoroti lemahnya pengawasan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Padahal, organisasi tersebut memiliki tugas dalam menjaga perdamaian dunia, termasuk untuk melakukan pencegahan konflik internasional.

"Jadi kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa gate away dari pengawasan PBB. PBB-nya lemah sekarang," tutur Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya memastikan laju ekonomi masih baik di tengah serangan AS kepada Venezuela. Ia juga bilang, indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah belum terdampak.

Pria berlatar belakang ekonom itu menambahkan, peran Venezuela sebagai produsen minyak dunia kini semakin terbatas.

Negara Amerika Latin itu dinilai tidak lagi signifikan di pasar minyak global karena kapasitas produksinya menurun. Kondisi tersebut membuat harga minyak mentah dunia relatif terjaga. Dengan demikian, krisis Venezuela belum berdampak pada harga minyak impor Indonesia.

Di samping itu, Purbaya mengatakan AS juga telah mulai pengeboran minyak baru di Alaska. Kondisi ini pun diyakini tidak akan membuat kenaikan harga minyak global.

Sebelumnya, AS melancarkan serangan militer besar-besaran ke Venezuela dengan menargetkan sejumlah titik strategis di ibu kota Caracas. Operasi itu berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke AS untuk menghadapi tuduhan hukum.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya Paparkan 8 Prioritas Prabowo di Nankai University China

Purbaya Paparkan 8 Prioritas Prabowo di Nankai University China

EKONOMI
Purbaya Yakinkan China, Investor Siap Borong Panda Bond

Purbaya Yakinkan China, Investor Siap Borong Panda Bond

EKONOMI
Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

EKONOMI
Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

EKONOMI
Purbaya: Beban Subsidi Energi Berkurang setelah Konflik AS-Iran Mereda

Purbaya: Beban Subsidi Energi Berkurang setelah Konflik AS-Iran Mereda

EKONOMI
Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon