Harga Minyak Turun Seusai Trump Klaim Venezuela Kirim Minyak ke AS
Rabu, 7 Januari 2026 | 11:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak dunia melemah pada Rabu (7/1/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Venezuela akan menyerahkan 30–50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi kepada Amerika Serikat. Pernyataan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan (oversupply) global.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 78 sen atau 1,37% menjadi US$ 56,35 per barel, sementara minyak Brent melemah 61 sen atau 1% ke level US$ 60,09 per barel.
Penurunan ini melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan sebelumnya, di mana kedua acuan harga sempat jatuh lebih dari US$ 1 per barel. Pasar menimbang prospek pasokan global yang melimpah tahun ini di tengah ketidakpastian produksi minyak Venezuela setelah Amerika Serikat menangkap pemimpin negara tersebut, Nicolas Maduro.
Dalam unggahan di media sosial, Trump menyatakan minyak Venezuela tersebut akan dijual sesuai harga pasar dan hasil penjualannya akan berada di bawah kendalinya.
“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uangnya akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tulis Trump.
Menurut market strategist di Moomoo ANZ, Tina Teng, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Trump lebih memilih menambah pasokan minyak global ketimbang membatasinya, sehingga memperkuat kekhawatiran pasar akan potensi oversupply.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




