ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemperin Dorong Industri Alas Kaki Tingkatkan Bahan Baku Lokal

Sabtu, 1 Agustus 2015 | 18:03 WIB
PN
B
Penulis: Paulus Nitbani | Editor: B1
Menteri Perindustrian RI Saleh Husein berdiskusi Dengan awak redaksi Suara Pembaruan, Investor Daily, dan Jakarta Globe saat berkunjung ke Berita Satu Media Holdings, di Berita Satu Plaza, Jakarta, Selasa (9/12).
Menteri Perindustrian RI Saleh Husein berdiskusi Dengan awak redaksi Suara Pembaruan, Investor Daily, dan Jakarta Globe saat berkunjung ke Berita Satu Media Holdings, di Berita Satu Plaza, Jakarta, Selasa (9/12). (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta- Kementerian Perindustrian mendorong industri alas kaki nasional untuk meningkatkan penggunakan bahan baku lokal agar bisa memberikan nilai tambah dan devisa bagi negara.

Hal ini dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (1/8).

Dikatakan, dengan membaiknya ekspor industri alas kaki nasional akhir-akhir ini, maka peluang penggunaan bahan baku lokal pun kian terbuka. Dalam konteks ini, ia mendorong para pelaku usaha alas kaki nasional agar bisa memanfaatkan berbagai bahan baku alam yang banyak tersedia di Indonesia misalnya karet alam. "Penggunaan karet alam ini bisa membantu penyerapan dan tingkat harga karet alam petani dan merangsang tumbuhnya industri pengolahan karet," ujar Saleh Husin.

Ia mengatakan, pada tahun 2014 nilai ekspor produksi alas kaki nasional mencapai US$ 4,11 miliar atau naik sebesar 6,44% dibanding tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Sedangkan negara tujuan ekspor utama produk alas kaki Indonesia, di antaranya adalah Amerika Serikat, Belgia, Jerman, Inggris dan Jepang.

Ia mengatakan, kualitas produksi alas kaki industri nasional saat ini sudah mampu bersaing dengan produsen dari negara lain. Para pelaku usaha alas kaki nasional juga sudah melakukan berbagai penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan pasar. Tak hanya itu, mereka juga terus meningkatkan investasi.

Saleh mengungkankan, investasi industri alas kaki juga tercatat cenderung naik setiap tahunnya. Pada tiga tahun terakhir (2011–2014), tuturnya, kenaikan rata-rata mencapai 4,74%. Pada tahun 2014, paparnya, nilai investasi di sektor industri alas kaki sebesar Rp 10,7 triliun atau naik sekitar 1,25% dibanding tahun sebelumnya, dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 643 ribu orang.

Di samping itu, nilai perdagangannya terus meningkat dengan rata-rata nilai surplus dalam lima tahun terakhir yang mencapai US$ 2,84 miliar. Pada akhir tahun 2014, ujarnya, surplus perdagangan produk alas kaki sebesar US$ 3,7 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon