Gubernur Sulbar Sebut Surplus Beras Hampir 70.000 Ton
Rabu, 7 Januari 2026 | 20:06 WIB
Mamuju, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mencatat surplus beras pada 2025 yang mencapai hampir 70.000 ton. Kelebihan produksi tersebut berpotensi disalurkan ke sejumlah daerah lain di Indonesia.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengatakan provinsinya telah lama berada dalam kondisi swasembada beras. Surplus produksi tersebut memungkinkan Sulawesi Barat memasok kebutuhan beras ke wilayah lain, seperti Kalimantan, Palu, Sulawesi Tengah, serta sejumlah daerah lainnya.
“Di Sulbar, kita sudah lama swasembada pangan untuk beras. Kita surplus hampir 70.000 ton yang bisa disuplai ke daerah lain seperti Kalimantan, Palu, Sulawesi Tengah, dan wilayah lainnya,” kata Suhardi dilansir dari Antara, Rabu (7/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Suhardi saat mengikuti panen raya padi dan pengumuman swasembada pangan nasional yang digelar secara daring bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Kegiatan panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional tersebut dipusatkan di Karawang, Jawa Barat, dan diikuti oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia melalui sambungan virtual.
Suhardi menilai pengumuman swasembada pangan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kekuatan dan kemandirian negara dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Saya kira ini adalah kebanggaan bagi satu negara yang mampu berswasembada pangan. Artinya, negara itu memiliki satu kekuatan yang sangat kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo kini mulai memperlihatkan hasil nyata, termasuk di Sulawesi Barat.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan sektor pangan dan energi sebagai prioritas nasional. Menurutnya, dampak kebijakan tersebut telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita bangga dengan Presiden Prabowo yang menjadikan pangan dan energi sebagai prioritas. Banyak program yang sudah kita nikmati, termasuk program makan bergizi bagi anak-anak sekolah, yang secara langsung mengurangi beban pengeluaran keluarga,” jelas Suhardi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




