ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Ingin Perluas Pekerja Migran hingga Suriname

Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:42 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin (Beritasatu.com/Mita Amalia Hapsari)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia membuka peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Suriname dan Guyana, terutama di sektor perkayuan dan kehutanan, manufaktur, pertambangan, serta minyak dan gas bumi.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani mengatakan peluang tersebut dibahas dalam pertemuan daring bersama Duta Besar RI untuk Republik Suriname merangkap Republik Kooperatif Guyana dan Caribbean Community (Caricom) Agus Priono.

“Kami ingin membuka lebih banyak peluang penempatan ke Suriname dan Guyana, termasuk mendapatkan informasi terkait kebijakan ketenagakerjaan, migrasi, serta kuota penempatan jika tersedia,” kata Christina dilansir dari Antara.

ADVERTISEMENT

Melalui keterangan resmi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina menjelaskan bahwa penempatan PMI ke Suriname dan Guyana selama ini masih didominasi skema perseorangan mandiri dengan jumlah yang relatif terbatas.

“Sektor pekerjaannya seperti operator mesin dan mekanik di bidang perkayuan. Jumlahnya pun masih relatif sedikit,” ujarnya.

Christina menegaskan pemerintah berkomitmen menindaklanjuti peluang tersebut dengan langkah konkret agar kerja sama penempatan dapat segera diwujudkan. “Kami ingin menegaskan bahwa Indonesia serius menindaklanjuti peluang yang ada. Kementerian P2MI siap memulai pembahasan melalui pertemuan awal secara daring dengan users di kedua negara tersebut,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar RI Agus Priono menyampaikan bahwa Suriname dan Guyana saat ini membuka peluang cukup besar bagi PMI, khususnya di sektor minyak dan gas bumi yang tengah berkembang pesat.

“Sektor lain, seperti kesehatan, tenaga ahli teknis, konstruksi, pertambangan, dan lainnya, baik di Suriname maupun Guyana, juga memerlukan pekerja migran Indonesia,” kata Agus.

Agus berharap kerja sama antarpemerintah dapat segera terjalin untuk memastikan penempatan PMI yang aman, terukur, dan berkualitas di kedua negara tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KP2MI Gandeng Kampus untuk Cetak Pekerja Migran Kompeten

KP2MI Gandeng Kampus untuk Cetak Pekerja Migran Kompeten

NASIONAL
60 Persen Pekerja Migran Harus Jadi Tenaga Kerja Terampil

60 Persen Pekerja Migran Harus Jadi Tenaga Kerja Terampil

EKONOMI
KP2MI Hentikan Operasi Perusahaan Penyalur PMI di Kramat Jati

KP2MI Hentikan Operasi Perusahaan Penyalur PMI di Kramat Jati

JAKARTA
KP2MI Segel Kantor P3MI di Jakarta Timur

KP2MI Segel Kantor P3MI di Jakarta Timur

MULTIMEDIA
15.000 Warga Pandeglang Kini Jadi Pekerja Migran

15.000 Warga Pandeglang Kini Jadi Pekerja Migran

BANTEN
Program SMK Go Global Targetkan 500.000 PMI pada 2026

Program SMK Go Global Targetkan 500.000 PMI pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon