Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi US$ 61
Jumat, 16 Januari 2026 | 14:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan stok berlebih (oversupply) minyak dunia membuat harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) Desember 2025 turun ke US$ 61,1 per barel.
"Penurunan ICP pada Desember 2025 dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap narasi super glut atau kelebihan pasokan, serta kondisi oversupply minyak dunia yang dipicu oleh produksi Amerika Serikat yang tinggi," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Selain itu, penurunan harga minyak juga disebabkan peningkatan produksi OPEC+. Laode menyampaikan produksi OPEC+ pada November 2025 meningkat dibanding November 2024 atau month over month (mom) menjadi 43,1 juta barel per hari (bph).
OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ pada 2025 dibanding 2024 dalam publikasi Desember 2025, naik sebesar 40 ribu bph dari November 2025 menjadi 0,95 juta bph. Sementara itu, S&P Global merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan 2025 turun sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph pada publikasi Desember 2025 dibanding bulan sebelumnya.
Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan surplus minyak pada 2026 sebesar 3,7–4 juta bph, melebihi stok saat pandemi.
Laode menambahkan, faktor lain penurunan ICP adalah risiko geopolitik Rusia-Ukraina yang berpotensi mereda setelah Ukraina menawarkan pembatalan aspirasi bergabung dengan NATO. Pejabat Rusia juga memproyeksikan produksi minyak 2025 naik menjadi 10,36 juta bph dan meningkat lagi pada 2026 menjadi 10,54 juta bph.
"Penurunan ICP Desember disebabkan peningkatan suplai minyak dunia," kata Laode.
Untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah juga dipengaruhi crude throughput China yang turun 0,9% mom di November 2025 menjadi 14,86 juta bph, terendah dalam enam bulan terakhir.
ICP Desember 2025 turun US$ 1,73 per barel dari ICP November 2025 sebesar US$ 62,83 per barel. Penetapan ICP Desember 2025 sebesar US$ 61,10 per barel tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025.
Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama Desember 2025 dibanding November 2025 sebagai berikut:
- Dated Brent turun US$ 0,95 per barel, dari US$ 63,65 menjadi US$ 62,70 per barel.
- WTI (Nymex) turun US$ 1,61 per barel, dari US$ 59,48 menjadi US$ 57,87 per barel.
- Brent (ICE) turun US$ 2,02 per barel, dari US$ 63,66 menjadi US$ 61,64 per barel.
- Basket OPEC turun US$ 2,61 per barel, dari US$ 64,46 menjadi US$ 61,85 per barel.
- Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun US$ 1,73 per barel, dari US$ 62,83 menjadi US$ 61,10 per barel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




