Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik jika Minyak Dunia tetap Tinggi
Selasa, 21 April 2026 | 11:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jika harga minyak dunia bertahan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Ia menegaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar dan sangat dipengaruhi pergerakan harga minyak global. Namun, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap terjaga selama indikator utama masih berada dalam batas aman.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina Patra Niaga pada Sabtu (18/4/2026). Pada tahap awal, kenaikan terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara Pertamax serta Pertamax Green 95 belum mengalami perubahan.
Menurut Bahlil, kebijakan lanjutan akan sangat bergantung pada tren harga minyak dunia. Jika harga mengalami penurunan, maka tidak akan ada kenaikan lanjutan. Sebaliknya, jika harga tetap tinggi, penyesuaian kembali berpotensi dilakukan.
“Pemerintah memiliki kendali penuh terhadap BBM subsidi melalui formula yang telah diatur dalam kebijakan energi. Selama rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dalam setahun masih di bawah US$ 100 per barel, harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan,” ucapnya Senin (20/4/2026).
Bahlil menyebut rata-rata ICP sejak Januari hingga 20 April 2026 berada di kisaran US$ 76 per barel. Angka ini masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah.
Meski sempat menyentuh level di atas US$ 100 per barel, yakni sekitar US$ 105-US$ 106, harga minyak dunia saat ini telah kembali turun. Kondisi tersebut membuat rata-rata tahunan tetap berada dalam batas aman untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak global secara intensif, karena menjadi acuan utama dalam pengambilan kebijakan energi ke depan.
Berdasarkan data terbaru, harga BBM nonsubsidi di wilayah Jakarta mengalami penyesuaian. Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.400 per liter, Dexlite menjadi Rp 23.600 per liter, dan Pertamina Dex mencapai Rp 23.900 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax masih bertahan di Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp 12.900 per liter. Untuk BBM subsidi, Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




