Ekspor Alas Kaki dan Karet Tak Akan Surut Gara-gara Tarif Trump
Jumat, 20 Februari 2026 | 05:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Komoditas alas kaki dan karet Indonesia menjadi yang paling terpukul atas penetapan tarif Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal sebagai Tarif Trump. Akan tetapi, permintaan industri tersebut diyakini akan tetap tinggi.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai perjanjian tarif resiprokal antara kedua negara tidak akan melemahkan permintaan akan barang-barang tersebut.
“Secara umum, permintaan AS terhadap Indonesia akan tetap besar pada komoditas seperti mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, karet dan barang dari karet, serta minyak sawit mentah (CPO),” ujar Eko seperti dilansir dari Antara.
Ia menambahkan prospek perdagangan Indonesia-AS masih menjanjikan karena pasar AS dinilai sulit tergantikan bagi Indonesia meski terdapat skema tarif timbal balik. “Prospek perdagangan Indonesia-AS tetap akan besar, mengingat pasar AS masih sulit tergantikan bagi Indonesia,” katanya.
Seblumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan yang solid setelah melalui proses negosiasi beberapa bulan terakhir.
Penandatanganan perjanjian tarif resiprokal atau timbal balik dijadwalkan pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Presiden menjelaskan kehadirannya untuk menuntaskan perjanjian dagang yang dinilai strategis dan bernilai besar bagi kedua negara. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi pendorong kuat bagi kemitraan dan kerja sama ekonomi Indonesia-AS secara berkelanjutan.
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Salah satu agendanya ialah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) yang negosiasinya telah berlangsung sejak 2025.
Dalam perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk AS, mengatasi berbagai hambatan nontarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.
Sebaliknya, AS berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di negara tersebut, antara lain minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas strategis lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




