Investasi di 25 KEK Tembus Rp 336 Triliun
Kamis, 12 Maret 2026 | 22:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menjadi salah satu motor penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga 2025, total investasi di 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia mencapai Rp 336 triliun.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang mengatakan nilai investasi tersebut berasal dari 407 badan usaha yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Secara kumulatif hingga 2025, 25 KEK telah menghasilkan total investasi sebesar Rp 336 triliun dari 407 badan usaha dan pelaku usaha yang beroperasi di KEK,” ujar Rizal dalam Media Gathering Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurut Rizal, aktivitas di KEK juga telah menyerap 249.000 tenaga kerja sejak kawasan tersebut pertama kali dibentuk pada 2012.
Saat ini Indonesia memiliki 25 KEK yang terdiri atas 13 KEK industri, enam KEK pariwisata, dua KEK kesehatan, satu KEK digital, dua KEK pendidikan dan teknologi, serta satu KEK jasa lainnya yang bergerak di bidang perawatan pesawat.
“Jadi itulah KEK-KEK yang ada di Indonesia saat ini. 25 KEK, dan perkembangannya juga menunjukkan tren meningkat, khususnya di sektor investasi,” kata Rizal.
Secara khusus pada 2025, realisasi investasi di 25 KEK mencapai Rp 82,6 triliun atau sekitar 98% dari target yang telah ditetapkan. Aktivitas tersebut juga menyerap 88.591 tenaga kerja.
“Pencapaian ini menunjukkan KEK terus berkembang sebagai instrumen penting untuk mendorong peningkatan investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja di tanah air,” ujarnya.
Rizal menjelaskan KEK tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai pusat investasi dan inovasi yang mendorong hilirisasi sumber daya alam, memperkuat daya saing ekspor, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Ke depan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, KEK diproyeksikan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui pengembangan KEK, pemerintah menargetkan peningkatan investasi dan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional seiring upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Rizal.
Ia menambahkan pemerintah optimistis KEK akan terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendukung pengembangan UMKM, serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap kebijakan dan fasilitas yang diberikan benar-benar menghadirkan nilai tambah yang terukur bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




