ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang di Timur Tengah Picu Orang Kaya Alihkan Aset ke Swiss

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:56 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Logo Bank Swiss Credit dan UBS terlihat di dua gedung di Zurich, Swiss.
Logo Bank Swiss Credit dan UBS terlihat di dua gedung di Zurich, Swiss. (Keystone via AP/Michael Buholzer)

Jakarta, Beritasatu.com – Perang yang memanas di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran diperkirakan mendorong orang-orang kaya di kawasan Teluk memindahkan aset mereka ke Swiss.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (14/4/2026), sejumlah bankir dan penasihat keuangan menyebut para orang kaya mulai mempertimbangkan memindahkan dana dari Timur Tengah ke negara yang dikenal sebagai pusat keuangan global tersebut.

Lebih dari selusin bankir dan penasihat keuangan yang diwawancarai Reuters, dengan total pengelolaan aset lebih dari US$ 1 triliun, optimistis Swiss akan menerima aliran dana baru dari Timur Tengah. Hal ini terutama terjadi setelah serangan Iran terhadap sejumlah negara Teluk.

ADVERTISEMENT

Swiss sendiri selama bertahun-tahun dikenal sebagai tempat aman bagi investor global. Meski kini menghadapi persaingan dari pusat keuangan di Timur Tengah dan Asia, dana tunai yang ditempatkan individu dan lembaga nonbank dari Uni Emirat Arab (UEA) di Swiss tercatat naik sekitar 40% dalam tiga tahun terakhir.

Kenaikan tersebut mulai terlihat setelah serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Juni tahun lalu.

Kepala manajemen kekayaan di Deloitte Swiss, Patrik Spiller, mengatakan ketegangan terbaru kemungkinan akan mempercepat perpindahan aset dari Timur Tengah.

“Karena peristiwa terbaru, kami memperkirakan aset dari Timur Tengah akan semakin banyak ditempatkan di Swiss. Kami mendengar dari bank, family office, dan individu dengan kekayaan tinggi bahwa pembicaraan mengenai hal ini sedang berlangsung,” ujar Spiller.

Asosiasi Bankir Swiss menyatakan tidak dapat memberikan komentar spesifik mengenai aliran dana dari Timur Tengah sejak serangan terhadap Iran. Namun, organisasi tersebut menegaskan Swiss sejak lama dikenal sebagai tujuan investasi bagi orang kaya dunia.

Kepala ekonom asosiasi tersebut, Martin Hess, mengatakan stabilitas politik dan sistem hukum yang kuat menjadi daya tarik utama negara itu.

“Ini menjadi keuntungan bagi kami karena Swiss dikenal memiliki kondisi yang aman, stabilitas politik, dan supremasi hukum. Saya yakin hal-hal ini sangat dihargai terutama pada masa seperti sekarang,” kata Hess.

Setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, mata uang franc Swiss bahkan sempat mencapai level tertinggi terhadap euro dalam satu dekade.

Spiller memperkirakan aliran dana dari kawasan Teluk ke Swiss bisa mencapai puluhan miliar dolar AS, meskipun dampaknya mungkin baru terlihat dalam beberapa minggu atau bulan.

“Namun, semuanya sangat bergantung pada bagaimana perang ini berkembang dan berapa lama konflik berlangsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, biasanya dana tunai akan masuk lebih dahulu sebelum diikuti investasi lain seperti saham atau obligasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Ancam Hujani Rudal Kampus-kampus AS di Timur Tengah

Iran Ancam Hujani Rudal Kampus-kampus AS di Timur Tengah

INTERNASIONAL
Cara Negara-negara Asia Jaga Stok BBM di Tengah Krisis Energi

Cara Negara-negara Asia Jaga Stok BBM di Tengah Krisis Energi

INTERNASIONAL
Lonjakan Harga Minyak Bisa Dongkrak Defisit APBN hingga 4 Persen

Lonjakan Harga Minyak Bisa Dongkrak Defisit APBN hingga 4 Persen

EKONOMI
Timur Tengah Bergejolak, Harga Emas Malah Jeblok

Timur Tengah Bergejolak, Harga Emas Malah Jeblok

EKONOMI
Pemimpin Tertinggi Iran Ancam Trump Soal Perang di Timur Tengah

Pemimpin Tertinggi Iran Ancam Trump Soal Perang di Timur Tengah

INTERNASIONAL
Perang Israel-Iran Bikin Zaskia Mecca Ingin Minta Maaf ke Anak

Perang Israel-Iran Bikin Zaskia Mecca Ingin Minta Maaf ke Anak

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon