Danantara Diminta Percepat Investasi Floating Solar Cell
Senin, 16 Maret 2026 | 21:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) membuat harga minyak mentah meroket, apalagi dengan ditutupnya Selat Hormuz.
Oleh karena itu, pemerintah pun mempercepat penggunaan energi alternatif sebagai pengganti energi fosil. Dengan demikian, ketergantungan akan bahan bakar impor dapat berkurang.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menilai percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dapat menjadi langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
"Program pengembangan pembangkit listrik hingga 100 gigawatt harus dipercepat, terutama di wilayah yang masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel," ungkapnya dilansir dari Antara.
Bhima menambahkan, percepatan investasi pada sumber energi terbarukan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dunia.
“Danantara bisa mempercepat eksekusi investasi di floating panel surya, hidro, dan angin. Kuncinya Danantara sebagai channel finansial untuk bantu transisi energi,” ucapnya.
BACA JUGA
Danantara Inisiasi Hibah PLTS Sumenep ke Pemda, PLN Siap Suplai Listrik Bersih bagi 2.000 KK
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dinamika krisis global saat ini harus dijadikan momentum bagi pemerintah untuk mempercepat transisi energi nasional.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas ancaman krisis akibat dampak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi skenario terburuk imbas dari ketegangan di Timur Tengah. Keyakinan itu berangkat dari pengalaman RI dalam melewati berbagai krisis besar sebelumnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




